Seorang laki-laki memperkenalkan
diri dihadapan peserta seminar lainnya. Dia sangat pede sepede-pedenya. Tidak
ada keraguan sama sekali dengan pernyataannya, bahwa dia adalah pelatih sukses
nomer satu di dunia.
Awalnya memang banyak peserta lain
mengerutkan dahi, namun lama kelamaan nampaknya keheranan itu menjadi suatu
pandangan lain. Ya, meskipun agak-agak geli sedikit, saya pribadi merasa bahwa
Pungky memiliki rasa percaya diri yang tinggi, yang belum tentu kami miliki.
Ya, saya melihat itu sebagai kelebihan.
***
Jika saja kita berani meneruskan
niat baik kita untuk menunjukkan kemampuan. Pada akhirnya dunia akan menerima
kita dengan wajar saja. Dunia tidak akan mengolok-ngolok kita, mengatakan bahwa
kita adalah seorang yang tidak mampu.
Bisa jadi ketidak beranian kita yang
saat ini masih terasa, sebenarnya adalah respon yang disebabkan oleh kejadian
sebelumnya.
Mungkin Anda masih mengingat
bagaimana teman sekelas membully, mengejek Anda. Mungkin juga Anda teringat
orang terdekat yang tidak mempercayai kita waktu itu bahwa kita mampu.
Yang perlu Anda ketahui bahwa
ingatan itu tidak selalu ingatan yang muncul di alam sadar. Ingatan itu bisa
jadi adalah sebuah ide yang tertanam ke suatu tempat yang dalam di alam bawah
sadar kita. Benih yang tertanam telah menjadi pohon rindang yang menghasilkan
buah-buah malapetaka.
Seperti saat kita belajar menulis,
saat kita belajar membaca, saat kita belajar berbicara. Kita tidak pernah ingat
kapan tepatnya hal itu terjadi. Tapi yang jelas kita telah belajar. Buktinya,
kita mampu melakukan hal itu dengan sempurna.
Pembelajaran ini berlangsung seumur
hidup sehingga jika kemampuan yang kita pelajari ini merugikan, maka dia akan
tetap bersama dengan kita selamanya.
Kaji ulang kemampuan Anda yang
merugikan ini. Mungkin Anda merasa takut dengan orang baru. Mungkin juga takut
saat berada didepan mimbar. Mungkin juga Anda telah belajar bahwa orang yang
belum Anda kenal adalah orang yang tidak baik. Anda perlu memperhatikannya.
Setelah itu Anda bisa melakukan
langkah pertama Anda di segi apapun.
Pertemuan saya dengan orang-orang
yang lebih sukses dari saya tidak akan terjadi ketika saya mengabaikan pesan
email di suatu milis himpunan profesi di suatu waktu.
Waktu itu kenekatanlah yang membawa
saya mengadakan pelatihan bersama dengan seorang professional dan seorang doktor.
Toh mereka tidak mengenal sama sekali siapa saya, dan saya tidak mengenal
mereka sama sekali. Saya hanya nekat saja.
Kenekatan pula yang mempertemukan
saya dengan professional yang akhirnya menjadi rekan tetap dalam melakukan
bisnis training.
Saya hanya menjawab “Siap” saat
rekan yang saya kenal sebelumnya menawari saya untuk memberikan pelatihan di
suatu kampus di ibu kota. Dari sanalah semua cerita dimulai.
Mungkin Anda bisa mengingat
keputusan-keputusan kecil yang ternyata membuat perubahan besar.
Anda bisa mengingat mengenai
keputusan melamar kerja yang menjadikan Anda seorang professional sekarang.
Keputusan yang Anda ambil saat akan masuk perguruan tinggi, dan akhirnya
mempertemukan Anda dengan teman-teman yang menyenangkan, mungkin menjadi
kekasih Anda.
Bahkan keputusan untuk berkenalan
dengan seseorang di suatu tempat antrian bank pun menjadi awal dari suatu
cerita yang panjang. Mungkin itu menjadi cerita kesuksesan?
****
Langkah pertama adalah pintu masuk
menuju langkah berikutnya.
Jika Anda mempunyai mimpi, maka Anda
harus berani mengambil keputusan. Keputusan yang tidak harus melibatkan
permasalahan yang besar. Keputusan yang tidak seberapa dan wajar yang mungkin
banyak orang menganggapnya remeh.
Keputusan selalu membawa
konsekuensi. Baik itu merugikan ataupun menguntungkan.
Jika Anda mengerti, bahwa sebenarnya
tidak ada yang namanya kerugian dalam pengambilan keputusan. Anda akan mendapat
pelajaran yang luar biasa karena keberanian Anda mengambil keputusan, meskipun
itu salah.
Pengambilan keputusan yang terus
dilatih, membuat Anda tahu secara intuitif, mana yang baik dan mana yang kurang
menguntungkan.
Seperti otot tubuh, bahwa otot
pengambilan keputusan juga bisa dilatih menjadi besar dan atletis.
Mulai saat ini Anda bisa lebih
memperhatikan kesempatan-kesempatan diluar sana. Mungkin itu berupa ajakan
mengikuti seminar. Mungkin itu berupa ajakan makan siang. Mungkin itu sapaan
dari teman BBM. Mungkin itu tawaran untuk berbisnis. Mungkin itu tawaran untuk
mengikuti lomba. Atau apapun yang membuat Anda seharusnya bergerak.
Ambilah kesempatan itu, minimal jika
tidak ada ruginya. Dan ketika keinginan Anda untuk sukses sudah Anda tanamkan
dalam-dalam di benak Anda, maka kesempatan-kesempatan seperti itu seperti
kendaraan bermotor dijalan raya yang banyak sekali berlalu lalang. Anda hanya
harus peka melihatnya dan menangkapnya dengan cepat, karena bisa jadi dalam
hitungan menit bahkan detik, kesempatan itu sudah meninggalkan Anda sama
sekali.
***
Namun jika ternyata keputusan Anda salah, maka menyesal hanyalah sebagai pil pengobatan sementara. Tidak boleh Anda minum selamanya. Pil itu berguna untuk meredakan rasa sakit tapi akan buruk jika dikonsumsi jangka panjang.
Berdirilah yang gagah dengan sebuah
pengertian, bahwa apapun kegagalan yang didapat saat ini adalah suatu keadaan
tertentu yang membawa kearah tertentu pula. Mungkin Anda tersesat di suatu
lokasi asing, yang saat berjumpa dengan penduduk sekitar Anda bahkan tidak bisa
mengobrol dengan mereka sama sekali. Anda tidak tahu bahasa mereka. Namun
disini Anda punya kesempatan untuk belajar dari mereka tentang bahasa yang
mereka gunakan. Langsung dari penduduknya, dan karenanya Anda mudah memahami
bahasa ini.
Syukurilah kesalahan langkah Anda.
Karena dengan begitu mata Anda akan kembali jernih. Jangan terlalu lama menelan
pil penyesalan karena itu tidak baik untuk kesehatan jiwa. Dan saat Anda dapat
melihat lebih jernih, Anda bisa melihat kesempatan. Bahkan ketika Anda tidak
bisa melihatnya, Anda bisa mengarangnya saja bahwa kesempatan itu ada didepan
mata Anda dan membuatnya nyata.
Seperti victor frankl yang membuat
misi pribadi menyebarkan pengalaman kebertahanan hidupnya disebuah camp NAZI.
Ia mungkin tahu bahwa dirinya tidak akan selamat pada waktu itu. Keluarganya
telah direnggut dari tangannya dan dibunuh dengan kejam. Ia tahu ia bisa
mengalami nasib yang sama.Tapi toh dia memiliki keyakinan yang bisa jadi
awalnya ia karang sendiri, bahwa ia harus hidup, ia punya banyak cerita yang
akan dibaginya kepada masyarakat, ia punya misi.
Saya ingin menegaskan bahwa
cita-cita tidak harus logis. Suatu misi tidak harus beralasan bahwa itu didalam
kapasitas Anda. Anda hanya harus percaya saja setiap hari. Berusaha untuk
percaya lebih tepatnya. Dan disaat kepura-puraan itu Anda lakukan setiap hari,
maka ia akan seperti benih yang ditanam diladang yang subur dan disiram setiap
hari. Mungkin dia tidak cepat tumbuh, tapi jika Anda adalah petani yang sabar,
maka Anda akan terus menyiram dengan telaten hingga mimpi Anda mewujud, tumbuh
dan berbuah. Pada suatu waktu itulah Anda bisa memanennya..
