Tuesday, July 28, 2015

BERANI UNTUK LANGKAH PERTAMA




“Nama saya Punky..ingat nama saya siapa? Nama saya Pungky…pelatih sukses nomer satu di dunia”.
Seorang laki-laki memperkenalkan diri dihadapan peserta seminar lainnya. Dia sangat pede sepede-pedenya. Tidak ada keraguan sama sekali dengan pernyataannya, bahwa dia adalah pelatih sukses nomer satu di dunia. 

Awalnya memang banyak peserta lain mengerutkan dahi, namun lama kelamaan nampaknya keheranan itu menjadi suatu pandangan lain. Ya, meskipun agak-agak geli sedikit, saya pribadi merasa bahwa Pungky memiliki rasa percaya diri yang tinggi, yang belum tentu kami miliki. Ya, saya melihat itu sebagai kelebihan.

***
Jika saja kita berani meneruskan niat baik kita untuk menunjukkan kemampuan. Pada akhirnya dunia akan menerima kita dengan wajar saja. Dunia tidak akan mengolok-ngolok kita, mengatakan bahwa kita adalah seorang yang tidak mampu.
     Bisa jadi ketidak beranian kita yang saat ini masih terasa, sebenarnya adalah respon yang disebabkan oleh kejadian sebelumnya.
     Mungkin Anda masih mengingat bagaimana teman sekelas membully, mengejek Anda. Mungkin juga Anda teringat orang terdekat yang tidak mempercayai kita waktu itu bahwa kita mampu.
     Yang perlu Anda ketahui bahwa ingatan itu tidak selalu ingatan yang muncul di alam sadar. Ingatan itu bisa jadi adalah sebuah ide yang tertanam ke suatu tempat yang dalam di alam bawah sadar kita. Benih yang tertanam telah menjadi pohon rindang yang menghasilkan buah-buah malapetaka.

Seperti saat kita belajar menulis, saat kita belajar membaca, saat kita belajar berbicara. Kita tidak pernah ingat kapan tepatnya hal itu terjadi. Tapi yang jelas kita telah belajar. Buktinya, kita mampu melakukan hal itu dengan sempurna.
     Pembelajaran ini berlangsung seumur hidup sehingga jika kemampuan yang kita pelajari ini merugikan, maka dia akan tetap bersama dengan kita selamanya.
     Kaji ulang kemampuan Anda yang merugikan ini. Mungkin Anda merasa takut dengan orang baru. Mungkin juga takut saat berada didepan mimbar. Mungkin juga Anda telah belajar bahwa orang yang belum Anda kenal adalah orang yang tidak baik. Anda perlu memperhatikannya.
Setelah itu Anda bisa melakukan langkah pertama Anda di segi apapun.
     Pertemuan saya dengan orang-orang yang lebih sukses dari saya tidak akan terjadi ketika saya mengabaikan pesan email di suatu milis himpunan profesi di suatu waktu.
     Waktu itu kenekatanlah yang membawa saya mengadakan pelatihan bersama dengan seorang professional dan seorang doktor. Toh mereka tidak mengenal sama sekali siapa saya, dan saya tidak mengenal mereka sama sekali. Saya hanya nekat saja.
     Kenekatan pula yang mempertemukan saya dengan professional yang akhirnya menjadi rekan tetap dalam melakukan bisnis training.
     Saya hanya menjawab “Siap” saat rekan yang saya kenal sebelumnya menawari saya untuk memberikan pelatihan di suatu kampus di ibu kota. Dari sanalah semua cerita dimulai.
     Mungkin Anda bisa mengingat keputusan-keputusan kecil yang ternyata membuat perubahan besar.
Anda bisa mengingat mengenai keputusan melamar kerja yang menjadikan Anda seorang professional sekarang. Keputusan yang Anda ambil saat akan masuk perguruan tinggi, dan akhirnya mempertemukan Anda dengan teman-teman yang menyenangkan, mungkin menjadi kekasih Anda.
Bahkan keputusan untuk berkenalan dengan seseorang di suatu tempat antrian bank pun menjadi awal dari suatu cerita yang panjang. Mungkin itu menjadi cerita kesuksesan?
****

Langkah pertama adalah pintu masuk menuju langkah berikutnya.
     Jika Anda mempunyai mimpi, maka Anda harus berani mengambil keputusan. Keputusan yang tidak harus melibatkan permasalahan yang besar. Keputusan yang tidak seberapa dan wajar yang mungkin banyak orang menganggapnya remeh.
Keputusan selalu membawa konsekuensi. Baik itu merugikan ataupun menguntungkan.
     Jika Anda mengerti, bahwa sebenarnya tidak ada yang namanya kerugian dalam pengambilan keputusan. Anda akan mendapat pelajaran yang luar biasa karena keberanian Anda mengambil keputusan, meskipun itu salah.
     Pengambilan keputusan yang terus dilatih, membuat Anda tahu secara intuitif, mana yang baik dan mana yang kurang menguntungkan.
      Seperti otot tubuh, bahwa otot pengambilan keputusan juga bisa dilatih menjadi besar dan atletis.
Mulai saat ini Anda bisa lebih memperhatikan kesempatan-kesempatan diluar sana. Mungkin itu berupa ajakan mengikuti seminar. Mungkin itu berupa ajakan makan siang. Mungkin itu sapaan dari teman BBM. Mungkin itu tawaran untuk berbisnis. Mungkin itu tawaran untuk mengikuti lomba. Atau apapun yang membuat Anda seharusnya bergerak.
     Ambilah kesempatan itu, minimal jika tidak ada ruginya. Dan ketika keinginan Anda untuk sukses sudah Anda tanamkan dalam-dalam di benak Anda, maka kesempatan-kesempatan seperti itu seperti kendaraan bermotor dijalan raya yang banyak sekali berlalu lalang. Anda hanya harus peka melihatnya dan menangkapnya dengan cepat, karena bisa jadi dalam hitungan menit bahkan detik, kesempatan itu sudah meninggalkan Anda sama sekali.
***

Namun jika ternyata keputusan Anda salah, maka menyesal hanyalah sebagai pil pengobatan sementara. Tidak boleh Anda minum selamanya. Pil itu berguna untuk meredakan rasa sakit tapi akan buruk jika dikonsumsi jangka panjang.
     Berdirilah yang gagah dengan sebuah pengertian, bahwa apapun kegagalan yang didapat saat ini adalah suatu keadaan tertentu yang membawa kearah tertentu pula. Mungkin Anda tersesat di suatu lokasi asing, yang saat berjumpa dengan penduduk sekitar Anda bahkan tidak bisa mengobrol dengan mereka sama sekali. Anda tidak tahu bahasa mereka. Namun disini Anda punya kesempatan untuk belajar dari mereka tentang bahasa yang mereka gunakan. Langsung dari penduduknya, dan karenanya Anda mudah memahami bahasa ini.
     Syukurilah kesalahan langkah Anda. Karena dengan begitu mata Anda akan kembali jernih. Jangan terlalu lama menelan pil penyesalan karena itu tidak baik untuk kesehatan jiwa. Dan saat Anda dapat melihat lebih jernih, Anda bisa melihat kesempatan. Bahkan ketika Anda tidak bisa melihatnya, Anda bisa mengarangnya saja bahwa kesempatan itu ada didepan mata Anda dan membuatnya nyata.
     Seperti victor frankl yang membuat misi pribadi menyebarkan pengalaman kebertahanan hidupnya disebuah camp NAZI. Ia mungkin tahu bahwa dirinya tidak akan selamat pada waktu itu. Keluarganya telah direnggut dari tangannya dan dibunuh dengan kejam. Ia tahu ia bisa mengalami nasib yang sama.Tapi toh dia memiliki keyakinan yang bisa jadi awalnya ia karang sendiri, bahwa ia harus hidup, ia punya banyak cerita yang akan dibaginya kepada masyarakat, ia punya misi.
     Saya ingin menegaskan bahwa cita-cita tidak harus logis. Suatu misi tidak harus beralasan bahwa itu didalam kapasitas Anda. Anda hanya harus percaya saja setiap hari. Berusaha untuk percaya lebih tepatnya. Dan disaat kepura-puraan itu Anda lakukan setiap hari, maka ia akan seperti benih yang ditanam diladang yang subur dan disiram setiap hari. Mungkin dia tidak cepat tumbuh, tapi jika Anda adalah petani yang sabar, maka Anda akan terus menyiram dengan telaten hingga mimpi Anda mewujud, tumbuh dan berbuah. Pada suatu waktu itulah Anda bisa memanennya..