Thursday, July 30, 2015
PENANAMAN IDE
“Pak, jika Anda tidak berhenti merokok, saya pastikan beberapa bulan lagi akan tambah parah dan bapak bisa mati”.
Seketika itu Pak S berhenti merokok karena takut mati.
Ide mengenai dampak merokok akan membuat seseorang mati, ternyata benar-benar tertanam di otak Pak S. Dan karena sebelumnya sudah beberapa tahun istrinya mengomelinya tidak digubris, maka besar kemungkinan dokter lah yang mampu menanam benih itu.
Ide yang tertanam itu nampak cepat tumbuh, berbunga dan akhirnya berbuah lebat. Ide yang tadinya berisi mengenai dampak dari merokok terkait kematian, membuat seseorang menghentikan kebiasaan merokoknya sama sekali dan seketika. Dan siapa yang sanggup menanam benih itu?
Menarik ya? Ternyata jika suatu kata-kata yang berisi tujuan/pandangan tertentu sudah masuk ke bawah sadar kita, maka ia akan tumbuh dan akhirnya berkembang.
Jika kita telaah. Lihatlah disekitar Anda, kursi, meja dan perkakas, itu adalah perwujudan dari ide sang pembuatnya.
Karir Anda saat ini, pasangan Anda, mau tidak mau Anda perlu mengakui bahwa itu adalah perwujudan dari ide seseorang. Ialah diri Anda. Meskipun sepertinya agak meleset, tapi yakinlah besar kecilnya adalah karena suatu ide yang tertanam di waktu sebelumnya.
Ide yang tidak terawasi dan masuk alam bawah sadar mungkin bisa menjadikan hidup Anda baik, juga sebaliknya. Ide bunuh diri misalnya. Ada pemikiran bahwa dengan mengakhiri hidup, maka masalah akan terselesaikan. Jika tidak terawasi, ide ini akan benar-benar mewujud.
Lalu kenapa dia bisa masuk dan tumbuh, sementara beberapa ide lain tidak?
Yha..karena kita punya penjaga. Didalam pikiran kita, itu dinamakan area kritis. Tugasnya lebih mirip Satpam yang galak, paranoid dan selalu mengawasi. Satpam itu juga banyak bertanya hingga ia mendapat jawaban yang sebenarnya.
Ide yang tumbuh, adalah seperti orang asing yang berhasil masuk melewati sang penjaga. Mungkin disaat itu sang penjaga sedang tidur atau sedang bingung dan tidak konsentrasi. Oleh karenanya sang ide dapat masuk ke rumah, berkembang disana hingga mampu mewujud menjadi nyata.
Saat sang penjaga tidak lagi kritis atau waspada, maka ide akan mudah sekali masuk. Apalagi jika ide itu menyamar dan tampak akrab bagi penghuni rumah yang lain, maka jelas sang penjaga akan mengijinkan ide tersebut masuk dengan leluasa.
Perhatikan apa yang anda dengar.
Perhatikan yang anda tonton.
Perhatikan apa yang anda rasakan.
Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog
DIA BERNAMA ALAM KREATIF
Saya berbaring di lantai dengan mata
terpejam, menarik nafas tujuh hitungan dan mengeluarkan tujuh hitungan juga.
Saya membayangkan tiga bola kecil berwarna putih, kuning dan hijau keluar dari
perut, dada dan kening saya.
Tiba-tiba cahaya diruangan meredup
dan semakin gelap. Cahaya ruangan seperti tertarik ke satu arah, yaitu tubuh
saya. Syiuuutttt…..Craappp…tubuh saya terangkat, lebih tepatnya saya merasa
tubuh saya terangkat. Tapi saya yakin bahwa hanya kesadaran saya yang terangkat
keatas. Saya melihat semuanya gelap sebelum semuanya menjadi terang dengan
warna aneh.
Saya sangat takut dan meniatkan
untuk mengakhiri proses itu.
Tubuh saya seakan kembali kebawah
dan mendadak semuanya menjadi terang seperti sedia kala.
****
Sungguh pengalaman yang sangat aneh
sekali pada waktu itu. Sebetulnya tadinya cuma iseng mempraktekkan isi buku
yang saya baca. Tidak saya duga ternyata dampaknya mengejutkan. Konon katanya
jika saya melanjutkan proses tersebut, maka tubuh saya akan melayang dan bisa
kemana saja yang saya inginkan. Tentu saja bukan tubuh yang sebenarnya, tapi
tubuh astral.
Entahlah saya tidak tahu, tapi yang
jelas saat saya mencoba untuk kedua kalinya, bukan tubuh saya yang keluar, akan
tetapi saya malah mendengar beberapa orang wanita yang berbincang tidak jelas
dan lagi-lagi membuat saya takut.
Mungkin saya sudah gila. Tapi yang
saya alami memang benar adanya.
Pernah suatu kali saya tidur dengan
nyenyak, tiba-tiba diatas kepala saya sudah ada bola yang terpancar persis
seperti kembang api. Sensasi panasnya mengenai kulit wajah saya dan rasanya
hangat sekali. Anehnya waktu itu saya menyaksikan bukan dengan mata terbuka.
Saya menyaksikan dengan mata tertutup. Ha? Apakah saya sudah gila?
Lagi-lagi..saya merasa bahwa hal tersebut sangat nyata. Saya masih waras.
Setelah saya belajar di fakultas
psikologi sampai jenjang master saya baru memahami bahwa semua itu adalah
kemampuan kreatifitas alam bawah sadar manusia. Bawah sadar? Ya..bawah sadar,
yang artinya kita tidak tahu banyak bagaimana prosesnya, yang muncul secara
otomatis saja.
Orang awam bisa menyangka bahwa itu
adalah ilmu ghaib atau juga ada makhluk astral. Saya tidak menyalahkan atau
membenarkan, karena sebetulnya saya sendiri juga tidak benar-benar memahami
mengenai hal itu. Saya hanya percaya bahwa banyak yang tidak kita tau mengenai
kemampuan manusia.
Saya ingin menyampaikan sesuatu
terkait hal ini. Mengenai keterbatasan yang bisa jadi saat ini kita miliki.
Bukan ingin melebih-lebihkan atau
menambah-nambahi cerita. Akan tetapi sebenarnya kita tidak dibenarkan untuk
menjustifikasi diri kita secara berlebihan jika kita tidak mampu dalam suatu
hal.
Alam kreatifitas kita sangat pandai
dan siap membantu kita jika telah tiba waktunya.
Kemampuan itu sudah dianugerahkan
oleh Tuhan untuk kita. Kemampuan ini yang membuat sang disleksia Milton Ericson
dapat membaca, Enstein menemukan teori-teorinya ataupun tokoh lain yang
memiliki kemampuan luar biasa jauh dibandingkan kemajuan pada jamannya waktu
itu.
Jika Anda mempercayainya, maka doa
Anda akan membawa Alam kreatif itu membantu Anda menemukan suatu jalan.
Jika Anda masih ragu atau penasaran,
cobalah berinteraksi dengannya melalui tahapan yang ringan terlebih dulu.
Saat Anda hendak tidur, cobalah
untuk hening dan memejamkan mata. Niatkan dalam hati pagi nanti Anda akan
bangun pukul 4 pagi tepat. Anda bisa lihat yang akan terjadi. Anda bangun tepat
jam 4 keesokan harinya.
Tapi jika anda gagal, maka ada
beberapa kemungkinan. Pertama, bisa jadi Anda belum menyebutkan secara spesifik
pagi jam berapa. Kedua, Anda kurang mempercayai kemampuan Anda ini. Atau
ketiga, diri Anda memiliki alasan lain sehingga melanjutkan tidur Anda.
Kreatifitas muncul saat kita fokus.
Bukan berarti kita harus tegang dan terus-terusan berpusat pada hal jalan keluar.
Fokus maksudnya adalah memiliki satu keyakinan dan tujuan.
Misalnya, Anda tidak mungkin untuk
mewujudkan bangun pukul 4 pagi jika disisi lain Anda menginginkan tidur sampai
siang. Anda tidak dapat mencapai karir yang fantastis, jika keinginan untuk
berfoya-foya masih ikut nimbrung dalam ide Anda.
Ya, betul sekali. Ide.
Kreatifitas Anda akan terstimulus
jika Anda hanya memiliki satu Ide. Singkatnya jika Anda ingin mewujudkan
sesuatu Anda harus punya satu Ide. Yaitu keberhasilan.
Ide itu harus spesifik dan mudah
dikenali oleh alam bawah sadar, agar ia mengenali bagaimana ia akan mewujud.
Anda pasti menjumpai orang yang
penakut, biasanya dipikiran mereka hanya terbayang kegagalan, hantu dan
lainnya. Anehnya lagi, mereka suka melihat film hantu ataupun sangat tertarik
dengan berita negative/kegagalan. Hal yang sebaliknya terjadi kepada orang yang
positif.
Alam kreatif bisa membantu Anda akan
tetapi juga menggagalkan Anda. Lebih tepatnya dia sebenarnya netral. Diri kita
sendirilah yang membuat itu.
See, semua bisa dijelaskan dengan
penjelasan yang nampak logis jika kita mengetahuinya.
Oleh karenanya, usahakan dalam benak
Anda hanya berisi satu ide saja. Jika Anda memiliki banyak keinginan, maka
tancapkan hanya satu ide dalam benak Anda, yang ketika ide itu mewujud, maka
semua keinginan Anda akan terpenuhi juga.
Ide apakah itu? Entahlah… :)
Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog
TERLALU MENCINTAI, MEMBUNUH YANG DICINTAI
“ Pak, saya Mamahnya Dodik. Ingin
konsultasi mumpung agak luang”.
Begitu isi SMS yang saya buka di
suatu pagi.
Dodik telah menjadi klien saya
semenjak beberapa minggu yang lalu. Dia menderita penurunan mood yang sangat
tajam hingga seringkali mendapat ide untuk mengakhiri hidupnya.
Setelah beberapa sesi konseling
nampaknya ada perbaikan. Namun dengan beberapa kali kambuh, meskipun tidak
separah sebelumnya.
Saya sangat bersyukur, orangtuanya datang
langsung kali ini. Karena memang sebelumnya selama beberapa sesi terapi Dodik
yang berusia 16 tahun datang seorang diri.
Saya kemudian menghubungkan bahwa
banyak kaitannya antara figure orangtua dan permasalahan yang dihadapi oleh
anaknya. Bahkan saya melihat perilaku yang sedikit abnormal dari seseorang,
banyak terkait dengan pola asuh atau kejadian didalam keluarganya.
Saya melihat sahabat saya yang
broken home, memiliki figure ayah yang buram Sahabat saya ini mengembangkan
perasaan ketergantungan pada pasangannya namun sekaligus sering menyiksa
pasangannya dengan keluhan ataupun ekspresi marah. Ada juga seorang yang mudah
sedih dan sulit membuat keputusan, setelah bertemu dengan keluarganya, ternyata
ibunya terlalu protektif dan memberikan kasih sayang yang berlebihan.
Oleh karena intervensi dengan
keluarga akan lebih berdampak dibanding ia hanya mendapat intervensi individu
saja.
Ibu Dodik juga menyadari bahwa
selama ini suaminya terlalu sayang kepada anaknya. Memberikan yang terbaik
kepada Dodik dengan mengantarnya kemanapun ia pergi dengan supir, namun
sayangnya ayahnya sangat keras melarangnya jika ia pergi naik angkot ataupun
sepeda motor.
Pada sesi konseling terakhir, Ibu
Dodik bersyukur suaminya telah banyak berubah dan juga dapat lebih mengerti
bagaimana memperlakukan Dodik sebagai seorang anak sekaligus menghormati
sebagai pribadi yang mandiri.
********
Sebenarnya kita bisa melihat bahwa
kasih sayang dan cinta yang besar saja tidaklah cukup untuk kita berikan kepada
orang yang kita cintai.
Kita perlu mengukur, menakar dan
memperkirakan dampak dari cara kita mencintai.
Kita boleh mencintai secara
besar-besaran, akan tetapi tidak boleh membabi buta.
Kita perlu menanyakan, tanyakan
kepada hati Anda
Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog
MENGATASI PERASAAN TIDAK MAMPU
Pernahkah anda merasa saat hendak melakukan sesuatu dan semuanya sudah
siap untuk dilaksanakan, tiba-tiba terbersit pemikiran “ah..mana bisa
aku lakukan..”, “ ah…itu terlalu berat..”, “ hanya orang lain yang bisa
melakukannya..” dan sebagainya. Saat kita mulai menuruti apa yang
dibisikkan pikiran kita, maka keraguan mulai nampak, dan jika kita terus
tertarik mendengarkan bisikan itu maka kita akan benar-benar ragu
bahkan tidak melakukannya sama sekali.
Banyak sekali diantara kita yang secara sadar
ataupun tidak mendengarkan bisikan-bisikan itu, sehingga apa yang kita
lakukan menjadi terganjal, bukan oleh orang lain akan tetapi oleh diri
kita sendiri.
Dalam kasus yang lebih ekstrim, mendengarkan
bisikan ketidak mampuan atau kegagalan secara berulang-ulang dapat
menyebabkan masalah emosional (emotional disturbance) yang parah hingga
kematian akibat bunuh diri.
Ketidakberdayaan yang dipelajari
Para behavioris
melakukan suatu eksperimen dengan mengkondisikan seekor anjing agar
mengalami suatu ketidakberdayaan ketika diberikan stimulus yang
menyakitkan (aliran listrik). Pada situasi awal anjing dalam kondisi
bebas, dan diberi kejut listrik yang menyakitkan ke tubuhnya sehingga ia
berlari menghindari alat yang beralirkan listrik tersebut. Pada
percobaan berikutnya masih dengan anjing yang sama, sang anjing
diposisikan sedemikian rupa hingga ia tidak dapat bergerak ketika
listrik dialirkan ke tubuhnya, dan hal tersebut diulang hingga beberapa
kali. Ternyata setelah anjing dikembalikan pada kondisi semula dan dapat
bergerak bebas, ketika peneliti memberinya aliran listrik, sang anjing
mendenguh kesakitan namun tidak menghindar dari alat yang menyetrumnya.
Berdasarkan penelitian
inilah para behavioris membuat kesimpulan bahwa organisme mempelajari
segala sesuatu termasuk rasa tidak berdaya dalam menghadapi rasa sakit,
tidak terkecuali manusia. Ketika manusia dihadapkan pada suatu kejadian
yang menyakitkan (traumatis) akan tetapi disaat kejadian itu berlangsung
ia tidak mampu berbuat apapun, maka sebenarnya ia mulai belajar
mengenai “ketidakberdayaan” terhadap rasa sakit atau bencana. Sehingga
hal tersebut akan berpotensi membuatnya “lumpuh” ketika menghadapi
kesulitan yang serupa bahkan kesulitan yang sebenarnya lebih ringan yang
dihadapinya dimasa depan.
Dengan
ketidakberdayaan yang didapatnya tersebut, maka akan terjadi sederetan
panjang pemikiran negatif, pemikiran mengalahkan diri, berburuk sangka,
over generalization dan segala yang berkaitan dengan “ketidakberdayaan”.
Fenomena percintaan “lebih baik aku yang memutus dia, dari pada aku yang diputus”
Anda mungkin pernah
mengamati drama percintaan yang dilakukan oleh orang-orang disekitar
kita. Dalam hal ini saya melakukan riset kecil-kecilan dengan mengamati
orang-orang yang baru putus cinta. Secara umum pengamatan saya
menunjukkan hasil bahwa orang yang lebih cepat bangkit dari rasa depresi
karena putus hubungan dengan kekasihnya adalah orang yang mengambil
keputusan untuk mengakhiri hubungannya tersebut. Lalu yang sangat sulit
bangkit dari keterpurukan adalah orang yang tidak terima saat diputus,
merasa dianiyaya, merasa ditipu, tidak diperlakukan dengan adil ataupun
hal-hal lain yang berhubungan dengan perasaan diri sebagai korban
(ketidakberdayaan). Sehingga mungkin saja keterpurukan yang dialami oleh
seseorang yang patah hati adalah karena merasa dirinya sebagai orang
yang kalah dalam duel pertengkaran tersebut. Ataupun orang yang cepat
bangkit karena ia telah memenangkan pertempuran dimedan laga. Namun
begitu, tidak semua orang yang merasa dianiyaya (dalam kasus ini) selalu
lama mengalami keterpurukan, saat ia mulai sadar bahwa ia tidak boleh
merasa kalah dan harus segera bangkit dari rasa duka yang dialaminya.
Kata-kata adalah pengantar menuju kedalam emosi tertentu
Tidak naïf jika kita tahu alasan mengapa ada yang
disebut “kata-kata mutiara”, “kata-kata bijak”, “petuah” atau kata-kata
yang membawa kita kepada penguatan pikiran dan hati.
Sebenarnya bukanlah mitos jika sebuah kata-kata
akan berdampak pada emosi anda bahkan perilaku anda. Ingat-ingat ketika
anda membaca sebuah buku cerita misteri atau percintaan. Atau karangan
terkenal J.K Rowling yaitu Harry Potter, yang membuat anda berada dalam
dunia si pengarang. Hanya dengan membaca buku Harry Potter, anda
seolah-olah dapat melihat pemandangan yang ada dalam buku tersebut,
warna dan bentuk benda-benda bahkan seolah-olah anda mengetahui aroma
dan nuansa yang dituangkan dalam cerita tersebut. Sebenarnya itu
bukanlah sesuatu yang palsu anda alami, sebenarnya anda benar-benar
mengalaminya.
Manusia telah lama mengasosiasikan kata-kata dengan
sesuatu didalam otak yang kita namakan penglihatan, penciuman,
pendengaran dan kinestetik. Prinsip kerjanya sama dengan aroma parfum
seseorang yang tidak kita kenal dengan aroma parfum yang beraroma sama
orang yang biasa kita temui. Prinsip ini pula yang dipakai oleh para
hipnoterapis dalam melakukan proses induksi terhadap kliennya. Dengan
memberi suatu kata-kata yang jelas dengan perintah atau deskripsi
tertentu, maka sang klien dapat merasakan sensasi indrawi karena
stimulus yang diberikan oleh hipnoterapis (sugesti).
Thinking Like A Tiger
Setelah mengetahui makna dari suatu kata-kata atau
pernyataan dalam diri, maka sebenarnya kita lebih mempunyai kesadaran
akan kendali diri terhadap emosi yang kita rasakan.
Bayangkan jika anda adalah seekor harimau yang
tidak pernah menjadi korban. Harimau tidak pernah menjadi rantai
terbawah dalam ekosistem. Meskipun terkadang harimau menjadi objek
sasaran dari perburuan manusia, ia tetaplah sang raja hutan yang tidak
pernah menjadi mangsa hewan lain.
Jika kita sadar bahwa ketidakmampuan kita adalah
karena pembelajaran disituasi yang salah dengan pemaknaan yang salah
dikala itu, kita sebenarnya telah memasuki suatu tahap pengendalian diri
dengan berpikir menjadi pelaku, bukan korban. Sadari kata-kata yang
anda ucapkan kepada diri anda sendiri dan mulailah menjadi “Sang Raja
Hutan Rimba Pikiran dan Kehidupan Anda”
Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog
YES! YOU CAN QUIT.!!
Anda suka merokok? Apakah merokok itu kebutuhan?
Apakah rokok itu nikmat rasanya? Apakah menghentikan kebiasaan merokok
itu susah bagi Anda?
Memang kebanyakan
orang di Indonesia telah mencandui nikotin yang ada dalam kandungan
rokok ini. Pada awalnya coba-coba lalu menjadi kebiasaan dan pada
akhirnya menjadi kecanduan. Meski begitu sebagian besar pecandu rokok
sebenarnya sudah paham akan bahaya rokok yang mengandung zat-zat
berbahaya (ex : Nikotin, Pb, CO, Tar dll). Mereka mampu menjelaskan
mengenai apa yang akan terjadi jika rokok tersebut terus dikonsumsi.
Akan tetapi yang menjadi pertanyaan, kenapa mereka terus melakukannya
walau kadang ada keinginan untuk menghentikan kebiasaan tersebut?
Okey, saya tidak akan
banyak membahas mengenai kandungan yang ada didalam rokok atau apa yang
bisa terjadi pada tubuh Anda jika Anda tetap merokok, karena saya yakin
informasi seperti itu sebagian besar sudah Anda ketahui. Pada kesempatan
kali ini saya ingin membicarakan bagaimana cara yang tepat untuk
menghentikannya.
Cara yang akan saya
tawarkan kepada Anda disebut NAC (Neuro Associative Conditioning), yaitu
suatu teknik yang berfokus pada pengkondisian pola sel jaringan didalam
otak.
Alasan yang kuat
Jika Anda seorang yang
berkuasa mungkin Anda bisa memaksa orang disekitar Anda untuk menuruti
apa yang Anda mau. Anda bisa saja menyuruhnya mengambil minuman atau
makanan sesuka hati dengan kepatuhan orang tersebut karena kekuasaan
Anda. Akan tetapi apakah kita tahu apa yang sebenarnya dirasakan orang
tersebut? Yah, tidak ada seorangpun yang tahu, apakah dia memang penurut
atau didalam hatinya tersimpan umpatan-umpatan yang siap keluar dari
mulutnya. Hal ini sama saja dengan Anda yang memiliki suatu kebiasaan
buruk lalu ingin berhenti. Apakah yang membuat Anda berhenti melakukan
kebiasaan buruk itu adalah orang lain ataukah dari dalam lubuk hati Anda
secara pribadi.
Seorang pria pecandu
rokok tidak kunjung berhasil menghentikan kebiasaan merokoknya selama
bertahun-tahun hingga pada suatu ketika ia ditegur oleh putri kecilnya
yang usianya baru 7 tahun. Tiba-tiba sang anak perempuan yang mungil itu
masuk kekamar ayahnya dan dengan nada yang ketus mengatakan “
heiy, ayah berhentilah merokok. Aku ingin ayah tetap sehat dan berumur
panjang, karena aku ingin ayah hadir dipernikahanku nanti”. Semenjak saat itu sang ayah tidak lagi melakukan kebiasaan merokok.
Jika kesehatan Anda
tidak Anda anggap penting secara pribadi, atau alasan tersebut tidak
cukup kuat mendorong tindakan Anda maka Anda bisa membayangkan bahwa
kesehatan itu Anda persembahkan untuk seseorang yang istimewa dalam
hidup Anda. Anda bisa mempersembahkan usaha Anda untuk anak
perempuan/laki-laki Anda, istri/suami Anda, atau untuk orang-orang yang
Anda kasihi.
Dengan alasan yang
kuat maka Anda tidak akan gamang lagi dalam melangkah untul mencoba
membuat perubahan dengan motivasi yang jelas.
Rusak polanya
Disadari atau tidak
sebenarnya kita hidup dalam ke-otomatis-an. Kita tidur, lalu bangun,
sarapan, berangkat kerja dengan jalur yang sama, makan, hingga kita
kembali tidur. Semuanya membentuk suatu rantai yang berkesinambungan
yang disebut dengan kebiasaan (habit). Habit atau kebiasaan ini
merupakan pola yang terbentuk karena ada proses pengkondisian yang
terus-menerus, yang lalu menetap karena ada perasaan “nikmat” didalam
perputaran pola tersebut. Otak kita yang pada dasarnya suka mengejar
kenimatan akan terjebak oleh pola ini, karena kita merasa bahwa merokok
dapat membuat tubuh rileks/ nikmat. Selama kita terjebak oleh perasaan
nikmatnya merokok maka kita akan sulit melepaskan dari kebiasaan
tersebut.
Caranya merusak pola
yang tepat adalah pertama, pasangkan kebiasaan merokok Anda dengan
sesuatu yang tidak mengenakkan, misalkan saat anda merokok (menikmati)
anda membaca mengenai dampak dari rokok untuk kesehatan. Hal ini berarti
Anda membuat asosiasi bahwa kenikmatan rokok itu tidak menyenangkan.
Kedua, rusak pola waktu merokok. Misalnya jika saat setelah makan yang
biasanya adalah waktu yang nikmat untuk merokok, nah..Anda alihkan
kekegiatan lain..atau boleh pura-pura lupa kalau waktu itu seharusnya
waktunya merokok. Ketiga, Anda harus secara tegas mengurangi jumlah
batang rokok yang biasa Anda hisap.
Cari kenikmatan pengganti
Jika Anda sedang
marah, Anda bisa menahan marah itu dengan paksa akan tetapi kemungkinan
besar perasaan marah tersebut akan termanifestasi menjadi bentuk
perilaku lain, seperti menyalahkan orang lain, memecah barang atau
bahkan menjadi gangguan psikologis ex: psikosomatis. Hal ini tidak jauh
berbeda dengan kebiasaan buruk yang biasa kita lakukan dan masih dalam
tahap yang akut, sehingga kita tidak bisa menghentikannya begitu saja,
akan tetapi kita bisa melakukan hal yang lebih aman dengan cara
mengganti kenikmatan yang lain yang bisa menguntungkan kita secara fisik
khususnya. Anda bisa mencari makanan (yang sehat), buah atau apapun
yang Anda sukai. Lalu saat dorongan kebiasaan itu muncul, segera ganti
dengan kenikmatan pengganti yang sudah anda siapkan
Beri hadiah
Hadiah sangat penting
bukan hanya untuk meunculkan perilaku baru, akan tetapi juga untuk
memeliharanya. Jika kebiasaan merokok sudah mulai dapat anda kurangi,
maka berilah hadiah kepada diri anda sendiri. Hadiah bisa Anda sesuaikan
dengan apa yang Anda anggap berharga, seperti jam tangan baru, makanan
favorit, tempat wisata dsb.
Bangun kebiasaan tandingan
Selain mengurangi
kebiasaan merokok Anda bisa membangun kebiasaan baru yang berhubungan
dengan tujuan Anda untuk menghentikan kebiasaan merokok. Jika Anda ingin
hidup sehat dan panjang umur, maka bangunlah kabiasaan berolahraga. Dan
beri hadiah saat target-target Anda mulai nampak tercapai.
Hindari mencoba-coba
Para pelatih sirkus
tahu jika anjing laut selalu diberikan ikan saat ia meloncati lingkaran
yang dipegang oleh pelatih, maka sang anjing laut hanya mau meloncat
jika diberi ikan. Oleh karena itu para pelatih mengacak jadwal memberi
ikan pada tiap lompatan, agar perilaku anjing laut tersebut dapat
melompat. Pada saat terjadi pengacakan jadwal pemberian hadiah, maka
otak akan semakin terbawa dengan drama “penasaran” yang dimainkan oleh
lingkungan yang memberikan hadiah tersebut. Prinsip ini juga yang telah
membuat penjudi rela menghabiskan harta bendanya untuk sesuatu yang
sangat tidak pasti.
Maka dari itu jika
Anda sudah mulai bisa menghentikan merokok dan membangun kebiasaan yang
baru, pantangan terbesar adalah “mencoba-coba” mengambil batang rokok
yang ditawarkan teman Anda. Karena ini membuat otak akan merespon
peristiwa ini sebagai “drama” kenikmatan yang membuat keinginan merokok
menjadi permanen.
Selamat mencoba dan salam sehat jiwa dan raga..
Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog
Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog
Tuesday, July 28, 2015
BUKAN FOKUSNYA, TAPI CINTANYA
Anak sepuluh tahun itu tetap memegangi tab nya, memainkan game yang nampaknya menarik baginya. Perkataan ayah dan ibunya tidak digubris sama sekali. Ia nampak asyik menekan layar tablet itu dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.
Ibunya mengatakan bahwa anaknya
sulit dalam belajar. Sampai saat ini pun dia tidak bisa membaca dengan lancar.
Padahal dia sudah kelas 3 SD.
Pihak sekolah memberi batas
toleransi sampai satu bulan kedepan, hingga anaknya benar-benar layak untuk
naik ke kelas empat. Jika tidak, maka dalam satu bulan kedepan, sekolah dapat
memastikan bahwa anak tersebut akan tinggal kelas.
Guru bilang ia tidak bisa fokus ke
pelajaran yang disampaikan. Dia hanya main saja kerjaannya. Ibunya pun
menyampaikan hal ini kepada saya, bahwa anaknya sulit fokus.
Saya membantahnya dengan memberinya
pertanyaan, “Bu apakah anak ibu memang tidak bisa fokus? Ibu bisa lihat dia
sangat fokus bermain game, sampai tadi tidak menghiraukan yang ibu
perintahkan?”.
*****
Fokus dan minat adalah permasalahan
yang sama sekali berbeda. Jika Anda berminat pada suatu hal, maka akan lebih
mudah Anda fokus kepada hal tersebut.
Akan menjadi percuma bukan? Jika
Anda melakukan apa yang sebenarnya tidak Anda minati?
Terkadang situasi meletakkan kita
kedalam posisi dimana kita tidak mempunyai pilihan lain selain melakukan
pekerjaan yang tidak kita minati. Efek sampingnya adalah kita menjadi tidak fokus
atau ogah-ogahan.
Yang perlu kita lakukan bukanlah
berusaha meningkatkan focus kita terhadap pekerjaan itu, akan tetapi
bagaimanakah menumbuhkan minat dan kecintaan kita terhadap apa yang kita
lakukan.
Anda tahu kesukaan Anda terhadap
sesuatu bisa saja terjadi begitu saja, bisa saja memerlukan proses yang bahkan
Anda tidak sadari.
Contohnya seperti salah seorang
mahasiswa dari Kalimantan yang fanatik dengan klub sepak bola AREMA. Ya, dia
memang pernah tinggal di kota Malang selama masa kuliah, dan selama itu ia
sering diajak oleh temannya menonton AREMA bertanding. Kesukaan ini membuatnya
sangat focus terhadap apa-apa yang berhubungan dengan klub AREMA. Dia bisa
membeli stiker AREMA, membeli baju dan atribut atau sangat focus pada
pembicaraan media mengenai AREMA.
Anda mungkin menyadari kenapa
menyukai suatu pekerjaan, bisa juga tidak. Seperti kebanyakan orang yang saya
kenal, mengapa mereka menyukai dunia bela diri atau militer. Mungkin mereka
bisa saja menjawab alasannya, yang alasan itu bukan cerita sebenarnya dan hanya
pembenaran saja. Apapun itu, tidak
terlalu penting kita bahas.
Yang paling penting adalah
menumbuhkan minat Anda terhadap apa yang harus Anda lakukan. Namun jika Anda
memiliki alasan kuat untuk tidak melakukannya, karena pekerjaan tersebut
hanyalah membuang-buang waktu Anda dan tidak ada prospek yang bagus di masa
depan, Anda toh dapat membuat pilihan meninggalkannya sama sekali.
Kecintaan adalah suatu emosi yang
menggerakkan perilaku Anda.
Emosi itu sendiri adalah dorongan
bawah sadar yang susunannya sangat kuat.
Jika Anda mengadu kekuatan kehendak
dan kekuatan kecintaan, maka kecintaannlah yang akan menang. Hal ini persis
dialami oleh orang yang mencoba untuk diet namun kalah dengan kecintaannya
makan makanan yang berlemak. Ia sebenarnya tahu bahwa makanan itu tidak baik
untuknya, dan ia sudah berkehendak untuk diet. Akan tetapi semakin dia mencoba,
semakin dia tidak bisa mengalahkan kecintaannya terhadap makanan itu.
Jika anda ingin mengubah orang lain,
mengubah rekan kerja Anda, bawahan Anda, pasangan Anda, Anak Anda, maka
tidaklah cukup hanya dengan menceramahinya tentang manfaat kesehatan dan
manfaat lainnya. Akan tetapi Anda bisa membuatnya tergiur dengan keadaan yang
akan dicapainya ketika dia berubah. Buatlah mereka mencintai hasil akhir tujuan
mereka. Dan ketika mereka sudah tergila-gila dengan tujuannya sendiri, maka
apapun akan mereka lakukan.
Mereka tidak akan peduli lagi dengan
harga. Mereka tidak peduli lagi dengan hambatan orang lain. Bahkan mereka tidak
peduli lagi dengan rasa malu. Yang mereka inginkan hanyalah mencapai sesuatu
yang mereka gilai itu.
Menumbuhkan kecintaan kepada apa
yang penting, akan membuat kita selalu fokus pada apa yang berguna dan
membesarkan kita. Pada awalnya mungkin kita sulit mencari alasan bagaimana kita
bisa mencintai hal yang penting bagi kita.
Akan tetapi selalu ingatlah bahwa
hal yang penting bagi Anda adalah pekerjaan yang membuat Anda besar. Bukan
hanya yang membuat Anda sibuk.
Banyak orang lupa waktu, bekerja
terlalu keras, tersita perhatiannya. Tiba-tiba mereka sadar dan berkata “eh,
sudah mau pensiun..”.
Saya sering melihat tatapan kosong
disela kesibukan yang orang-orang tersebut. Menyadari bahwa saat ini usia
mereka sudah tidak muda lagi, namun tetap menggerutu karena uang tunjangan
tidak cepat turun.
Ini bukan berarti bahwa bekerja
keras itu tidak penting. Bahkan bekerja keras adalah sangat penting sekali.
Namun yang perlu kita garis bawahi adalah akan kemanakah kita setelah bekerja
keras ini? Apakah kita sedang bekerja untuk membangun masa depan kita? Ataukah
kita hanya bekerja keras saja?saya ulangi…ataukah kita hanya bekerja keras
saja?
Jika tujuan terpenting Anda menjadi
pelayanan bagi masyarakat, melayani mereka dengan tenaga sebesar-besarnya dari tenaga
Anda langsung, maka itu bagus. Lanjutkan saja, karena keberartian itu adalah
tujuannya.
Namun jika kita tujuan kita adalah
membangun kehidupan yang mapan, memiliki target financial dan mempunyai rencana
lebih besar dari sekedar melayani dengan tangan sendiri, maka Anda perlu
mengukur hasil dari kerja keras Anda di masa depan.
Mulai saat ini Anda bisa secara
sadar memilih aktifitas yang berguna bagi Anda. Itu bisa kursus, membaca buku
tertentu, melanjutkan sekolah, olahraga atau apapun yang dapat membuat Anda
lebih berkembang di masa depan.
Subscribe to:
Posts (Atom)





