Tuesday, July 28, 2015

BUKAN FOKUSNYA, TAPI CINTANYA





Anak sepuluh tahun itu tetap memegangi tab nya, memainkan game yang nampaknya menarik baginya. Perkataan ayah dan ibunya tidak digubris sama sekali. Ia nampak asyik menekan layar tablet itu dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.
    Ibunya mengatakan bahwa anaknya sulit dalam belajar. Sampai saat ini pun dia tidak bisa membaca dengan lancar. Padahal dia sudah kelas 3 SD.
     Pihak sekolah memberi batas toleransi sampai satu bulan kedepan, hingga anaknya benar-benar layak untuk naik ke kelas empat. Jika tidak, maka dalam satu bulan kedepan, sekolah dapat memastikan bahwa anak tersebut akan tinggal kelas.
     Guru bilang ia tidak bisa fokus ke pelajaran yang disampaikan. Dia hanya main saja kerjaannya. Ibunya pun menyampaikan hal ini kepada saya, bahwa anaknya sulit fokus.
    Saya membantahnya dengan memberinya pertanyaan, “Bu apakah anak ibu memang tidak bisa fokus? Ibu bisa lihat dia sangat fokus bermain game, sampai tadi tidak menghiraukan yang ibu perintahkan?”.
*****
Fokus dan minat adalah permasalahan yang sama sekali berbeda. Jika Anda berminat pada suatu hal, maka akan lebih mudah Anda fokus kepada hal tersebut.
     Akan menjadi percuma bukan? Jika Anda melakukan apa yang sebenarnya tidak Anda minati?
Terkadang situasi meletakkan kita kedalam posisi dimana kita tidak mempunyai pilihan lain selain melakukan pekerjaan yang tidak kita minati. Efek sampingnya adalah kita menjadi tidak fokus atau ogah-ogahan.
     Yang perlu kita lakukan bukanlah berusaha meningkatkan focus kita terhadap pekerjaan itu, akan tetapi bagaimanakah menumbuhkan minat dan kecintaan kita terhadap apa yang kita lakukan.
     Anda tahu kesukaan Anda terhadap sesuatu bisa saja terjadi begitu saja, bisa saja memerlukan proses yang bahkan Anda tidak sadari.
     Contohnya seperti salah seorang mahasiswa dari Kalimantan yang fanatik dengan klub sepak bola AREMA. Ya, dia memang pernah tinggal di kota Malang selama masa kuliah, dan selama itu ia sering diajak oleh temannya menonton AREMA bertanding. Kesukaan ini membuatnya sangat focus terhadap apa-apa yang berhubungan dengan klub AREMA. Dia bisa membeli stiker AREMA, membeli baju dan atribut atau sangat focus pada pembicaraan media mengenai AREMA.
     Anda mungkin menyadari kenapa menyukai suatu pekerjaan, bisa juga tidak. Seperti kebanyakan orang yang saya kenal, mengapa mereka menyukai dunia bela diri atau militer. Mungkin mereka bisa saja menjawab alasannya, yang alasan itu bukan cerita sebenarnya dan hanya pembenaran saja. Apapun itu, tidak terlalu penting kita bahas.
     Yang paling penting adalah menumbuhkan minat Anda terhadap apa yang harus Anda lakukan. Namun jika Anda memiliki alasan kuat untuk tidak melakukannya, karena pekerjaan tersebut hanyalah membuang-buang waktu Anda dan tidak ada prospek yang bagus di masa depan, Anda toh dapat membuat pilihan meninggalkannya sama sekali.
Kecintaan adalah suatu emosi yang menggerakkan perilaku Anda.
Emosi itu sendiri adalah dorongan bawah sadar yang susunannya sangat kuat.
     Jika Anda mengadu kekuatan kehendak dan kekuatan kecintaan, maka kecintaannlah yang akan menang. Hal ini persis dialami oleh orang yang mencoba untuk diet namun kalah dengan kecintaannya makan makanan yang berlemak. Ia sebenarnya tahu bahwa makanan itu tidak baik untuknya, dan ia sudah berkehendak untuk diet. Akan tetapi semakin dia mencoba, semakin dia tidak bisa mengalahkan kecintaannya terhadap makanan itu.
    Jika anda ingin mengubah orang lain, mengubah rekan kerja Anda, bawahan Anda, pasangan Anda, Anak Anda, maka tidaklah cukup hanya dengan menceramahinya tentang manfaat kesehatan dan manfaat lainnya. Akan tetapi Anda bisa membuatnya tergiur dengan keadaan yang akan dicapainya ketika dia berubah. Buatlah mereka mencintai hasil akhir tujuan mereka. Dan ketika mereka sudah tergila-gila dengan tujuannya sendiri, maka apapun akan mereka lakukan.
     Mereka tidak akan peduli lagi dengan harga. Mereka tidak peduli lagi dengan hambatan orang lain. Bahkan mereka tidak peduli lagi dengan rasa malu. Yang mereka inginkan hanyalah mencapai sesuatu yang mereka gilai itu.
     Menumbuhkan kecintaan kepada apa yang penting, akan membuat kita selalu fokus pada apa yang berguna dan membesarkan kita. Pada awalnya mungkin kita sulit mencari alasan bagaimana kita bisa mencintai hal yang penting bagi kita.
     Akan tetapi selalu ingatlah bahwa hal yang penting bagi Anda adalah pekerjaan yang membuat Anda besar. Bukan hanya yang membuat Anda sibuk.
     Banyak orang lupa waktu, bekerja terlalu keras, tersita perhatiannya. Tiba-tiba mereka sadar dan berkata “eh, sudah mau pensiun..”.
     Saya sering melihat tatapan kosong disela kesibukan yang orang-orang tersebut. Menyadari bahwa saat ini usia mereka sudah tidak muda lagi, namun tetap menggerutu karena uang tunjangan tidak cepat turun.
     Ini bukan berarti bahwa bekerja keras itu tidak penting. Bahkan bekerja keras adalah sangat penting sekali. Namun yang perlu kita garis bawahi adalah akan kemanakah kita setelah bekerja keras ini? Apakah kita sedang bekerja untuk membangun masa depan kita? Ataukah kita hanya bekerja keras saja?saya ulangi…ataukah kita hanya bekerja keras saja?
     Jika tujuan terpenting Anda menjadi pelayanan bagi masyarakat, melayani mereka dengan tenaga sebesar-besarnya dari tenaga Anda langsung, maka itu bagus. Lanjutkan saja, karena keberartian itu adalah tujuannya.
     Namun jika kita tujuan kita adalah membangun kehidupan yang mapan, memiliki target financial dan mempunyai rencana lebih besar dari sekedar melayani dengan tangan sendiri, maka Anda perlu mengukur hasil dari kerja keras Anda di masa depan.
    Mulai saat ini Anda bisa secara sadar memilih aktifitas yang berguna bagi Anda. Itu bisa kursus, membaca buku tertentu, melanjutkan sekolah, olahraga atau apapun yang dapat membuat Anda lebih berkembang di masa depan.

No comments:

Post a Comment