Anak sepuluh tahun itu tetap memegangi tab nya, memainkan game yang nampaknya menarik baginya. Perkataan ayah dan ibunya tidak digubris sama sekali. Ia nampak asyik menekan layar tablet itu dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.
Ibunya mengatakan bahwa anaknya
sulit dalam belajar. Sampai saat ini pun dia tidak bisa membaca dengan lancar.
Padahal dia sudah kelas 3 SD.
Pihak sekolah memberi batas
toleransi sampai satu bulan kedepan, hingga anaknya benar-benar layak untuk
naik ke kelas empat. Jika tidak, maka dalam satu bulan kedepan, sekolah dapat
memastikan bahwa anak tersebut akan tinggal kelas.
Guru bilang ia tidak bisa fokus ke
pelajaran yang disampaikan. Dia hanya main saja kerjaannya. Ibunya pun
menyampaikan hal ini kepada saya, bahwa anaknya sulit fokus.
Saya membantahnya dengan memberinya
pertanyaan, “Bu apakah anak ibu memang tidak bisa fokus? Ibu bisa lihat dia
sangat fokus bermain game, sampai tadi tidak menghiraukan yang ibu
perintahkan?”.
*****
Fokus dan minat adalah permasalahan
yang sama sekali berbeda. Jika Anda berminat pada suatu hal, maka akan lebih
mudah Anda fokus kepada hal tersebut.
Akan menjadi percuma bukan? Jika
Anda melakukan apa yang sebenarnya tidak Anda minati?
Terkadang situasi meletakkan kita
kedalam posisi dimana kita tidak mempunyai pilihan lain selain melakukan
pekerjaan yang tidak kita minati. Efek sampingnya adalah kita menjadi tidak fokus
atau ogah-ogahan.
Yang perlu kita lakukan bukanlah
berusaha meningkatkan focus kita terhadap pekerjaan itu, akan tetapi
bagaimanakah menumbuhkan minat dan kecintaan kita terhadap apa yang kita
lakukan.
Anda tahu kesukaan Anda terhadap
sesuatu bisa saja terjadi begitu saja, bisa saja memerlukan proses yang bahkan
Anda tidak sadari.
Contohnya seperti salah seorang
mahasiswa dari Kalimantan yang fanatik dengan klub sepak bola AREMA. Ya, dia
memang pernah tinggal di kota Malang selama masa kuliah, dan selama itu ia
sering diajak oleh temannya menonton AREMA bertanding. Kesukaan ini membuatnya
sangat focus terhadap apa-apa yang berhubungan dengan klub AREMA. Dia bisa
membeli stiker AREMA, membeli baju dan atribut atau sangat focus pada
pembicaraan media mengenai AREMA.
Anda mungkin menyadari kenapa
menyukai suatu pekerjaan, bisa juga tidak. Seperti kebanyakan orang yang saya
kenal, mengapa mereka menyukai dunia bela diri atau militer. Mungkin mereka
bisa saja menjawab alasannya, yang alasan itu bukan cerita sebenarnya dan hanya
pembenaran saja. Apapun itu, tidak
terlalu penting kita bahas.
Yang paling penting adalah
menumbuhkan minat Anda terhadap apa yang harus Anda lakukan. Namun jika Anda
memiliki alasan kuat untuk tidak melakukannya, karena pekerjaan tersebut
hanyalah membuang-buang waktu Anda dan tidak ada prospek yang bagus di masa
depan, Anda toh dapat membuat pilihan meninggalkannya sama sekali.
Kecintaan adalah suatu emosi yang
menggerakkan perilaku Anda.
Emosi itu sendiri adalah dorongan
bawah sadar yang susunannya sangat kuat.
Jika Anda mengadu kekuatan kehendak
dan kekuatan kecintaan, maka kecintaannlah yang akan menang. Hal ini persis
dialami oleh orang yang mencoba untuk diet namun kalah dengan kecintaannya
makan makanan yang berlemak. Ia sebenarnya tahu bahwa makanan itu tidak baik
untuknya, dan ia sudah berkehendak untuk diet. Akan tetapi semakin dia mencoba,
semakin dia tidak bisa mengalahkan kecintaannya terhadap makanan itu.
Jika anda ingin mengubah orang lain,
mengubah rekan kerja Anda, bawahan Anda, pasangan Anda, Anak Anda, maka
tidaklah cukup hanya dengan menceramahinya tentang manfaat kesehatan dan
manfaat lainnya. Akan tetapi Anda bisa membuatnya tergiur dengan keadaan yang
akan dicapainya ketika dia berubah. Buatlah mereka mencintai hasil akhir tujuan
mereka. Dan ketika mereka sudah tergila-gila dengan tujuannya sendiri, maka
apapun akan mereka lakukan.
Mereka tidak akan peduli lagi dengan
harga. Mereka tidak peduli lagi dengan hambatan orang lain. Bahkan mereka tidak
peduli lagi dengan rasa malu. Yang mereka inginkan hanyalah mencapai sesuatu
yang mereka gilai itu.
Menumbuhkan kecintaan kepada apa
yang penting, akan membuat kita selalu fokus pada apa yang berguna dan
membesarkan kita. Pada awalnya mungkin kita sulit mencari alasan bagaimana kita
bisa mencintai hal yang penting bagi kita.
Akan tetapi selalu ingatlah bahwa
hal yang penting bagi Anda adalah pekerjaan yang membuat Anda besar. Bukan
hanya yang membuat Anda sibuk.
Banyak orang lupa waktu, bekerja
terlalu keras, tersita perhatiannya. Tiba-tiba mereka sadar dan berkata “eh,
sudah mau pensiun..”.
Saya sering melihat tatapan kosong
disela kesibukan yang orang-orang tersebut. Menyadari bahwa saat ini usia
mereka sudah tidak muda lagi, namun tetap menggerutu karena uang tunjangan
tidak cepat turun.
Ini bukan berarti bahwa bekerja
keras itu tidak penting. Bahkan bekerja keras adalah sangat penting sekali.
Namun yang perlu kita garis bawahi adalah akan kemanakah kita setelah bekerja
keras ini? Apakah kita sedang bekerja untuk membangun masa depan kita? Ataukah
kita hanya bekerja keras saja?saya ulangi…ataukah kita hanya bekerja keras
saja?
Jika tujuan terpenting Anda menjadi
pelayanan bagi masyarakat, melayani mereka dengan tenaga sebesar-besarnya dari tenaga
Anda langsung, maka itu bagus. Lanjutkan saja, karena keberartian itu adalah
tujuannya.
Namun jika kita tujuan kita adalah
membangun kehidupan yang mapan, memiliki target financial dan mempunyai rencana
lebih besar dari sekedar melayani dengan tangan sendiri, maka Anda perlu
mengukur hasil dari kerja keras Anda di masa depan.
Mulai saat ini Anda bisa secara
sadar memilih aktifitas yang berguna bagi Anda. Itu bisa kursus, membaca buku
tertentu, melanjutkan sekolah, olahraga atau apapun yang dapat membuat Anda
lebih berkembang di masa depan.

No comments:
Post a Comment