Tuesday, December 15, 2015

Hypnosis dan mitos-mitosnya



Saya pernah menjumpai beberapa orang yang menilai bahwa hipnoterapi itu berbahaya. Beberapa lainnya mengatakan bahwa jika kita dihipnosis, maka kita dapat mengatakan apa saja yang ditanyakan oleh hipnoterapis.  Dia berpendapat seperti itu karena sering melihat tayangan hypnosis panggung, yang semata-mata hanya untuk hiburan yang kesannya merendahkan klien sebagai individu.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh orang-orang yang dihipnosis di televisi itu tidak begitu-begitu juga. Kenyataannya, orang yang dihipnosis masih memiliki kendali atas apa yang dia katakan, alam bawah sadarnya masih terjaga dan tidak akan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan keyakinan intinya (core belief).

Lalu kalau begitu apakah yang dikatakan oleh peserta hipnotis panggung itu karena kemauannya sendiri?
Jawabannya adalah “iya”.

Berikut ini adalah mitos-mitos yang terjadi seputar hypnosis, harapannya setelah membaca ini kita akan lebih memahami tentang apa yang benar dan yang salah seputar hypnosis, sehingga selanjutnya kita dapat melakukan hypnosis yang tepat.

X : Apakah hypnosis itu ilmu gaib?
Y : Bukan, hypnosis adalah teknik yang sangat ilmiah dan sering terjadi dikehidupan kita sehari-hari, seperti melamun, menyetir mobil, bahkan olahraga.
X : Bagaimana dengan kejahatan dengan hypnosis yang sering terjadi?
Y : Mereka (pelaku) menggunakan keterampilan komunikasi yang melumpuhkan area kritis (SAR) dengan bermacam cara seperti mengejutkan, berpura-pura kesusahan dan lainnya. Intinya saat korban lengah pelaku memanfaatkan kelemahan korbannya. Misalkan korban yang mudah kasihan (biasanya ibu-ibu) mudah untuk di tipu dengan teknik pura-pura pelaku kesusahan, atau korban yang serakah akan mudah ditipu dengan modus mendapat hadiah besar.
X : Lalu, bagaimana orang yang tiba-tiba pingsan saat ditepuk, atau tiba-tiba linglung tanpa dengan keterampilan komunikasi yang disebutkan tadi?
Y : Yang jelas itu bukan hypnosis, mungkin juga menggunakan kekuatan lain.
X : Apakah jika dihipnosis maka orang akan menemukan rahasia yang kita simpan?
Y : oh, itu tergantung klien. Apakah dia bersedia untuk mengatakannya atau tidak. Semua masih dalam kendali dirinya kok. Lebih tepatnya kendali alam bawah sadarnya. Jadi jika perkataan/perbuatan tersebut bertentangan dengan norma dalam dirinya, maka orang yang dihipnosis bisa saja menolak berbicara.
X : Apakah hypnosis mempunyai efek samping? Maksudnya apakah dia berbahaya dan bisa menimbulkan trauma?
Y : Apapun alatnya akan sangat tergantung oleh pemakainya. Jika digunakan dengan benar untuk kebaikan, maka dapat menjadi alat penyembuh. Oleh karena itu hipnoterapi lebih baik dilakukan oleh orang yang telah belajar ilmunya dari guru atau literatur yang memadai agar terbebas dari resiko.
X : Apakah dampak dari hypnotherapy itu permanen atau hanya sementara?
Y : Melalui cara yang tepat dan mempertimbangkan hukum pikiran bekerja, maka perubahan dapat terjadi secara permanen. Jika dampaknya hanya sementara, maka biasanya perubahan yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan pribadinya, ataupun ia masih merindukan keuntungan lain dari perilaku yang bermasalah tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman yang menyeluruh dalam mengerti psikologis seseorang.

Salam,
Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog

Sunday, December 13, 2015

Konsep Tentang Kesadaran Manusia

Jika kita berbicara mengenai konsep, maka boleh dikatakan hal ini bukan keadaan yang sebenarnya atau persis ya. Konsep ini dipakai untuk memudahkan kita dalam memahami prinsip kerja pikiran manusia dan membuatnya lebih sederhana, sehingga kita mudah bekerja dengannya.

Dalam hypnosis, pikiran manusia dibagi menjadi dua, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.
Pikiran sadar (conscious) adalah pikiran yang bertugas untuk menilai, berpikir, mengambil keputusan dan melakukan tugas lain yang bisa bekerja saat seseorang tersebut memusatkan perhatian dalam berpikir. Jadi pikiran sadar lebih banyak berhubungan dengan cara berpikir logis.
Cara berpikir ini lebih di dominasi oleh otak kiri.

Sedangkan pikiran bawah sadar adalah pikiran yang berisi mengenai memori jangka panjang, emosi, kebiasaan, intuisi, kreatifitas, keyakinan dan nilai serta sumber potensi manusia yang tidak semua terakses.
Pikiran bawah sadar (Sub-Concious) memiliki peran 88% dalam mempengaruhi kehidupan seseorang. Dibandingkan dengan pikiran sadar  yang hanya memiliki peran 12%, maka pikiran bawah sadar lebih banyak menentukani jalan hidup seseorang.

Pikiran bawah sadar ini lebih mirip sebagai bank data di dalam manusia. Nah, bank data ini tadinya kosong. Lalu diisi dengan data-data seiring perjalanan hidup seseorang dan terjadilah pemrograman. Pengisian data ini bisa terjadi melalui 2 cara, yaitu pengalaman yang kita temui sendiri dan pengalaman induktif (datang dari orang lain).

Kenyataannya, sebagai manusia kita banyak mendapat data pemrograman ini dari orang lain. Kita bisa bicara misalnya, adalah proses belajar dari orang lain, begitu juga dengan belajar disekolah, pergaulan sehari-hari, televisi dan banyak lagi informasi yang masuk dan akhirnya terinstal. Celakanya jika informasi tersebut adalah informasi yang salah, sehingga dapat menghambat seseorang dan tidak memberdayakan.

Informasi yang terinstal dan tidak memberdayakan ini bisa jadi karena dua proses. Bisa karena informasinya memang benar-benar menghambat, misalkan keyakinan terhadap uang yang ditanamkan oleh orangtua, bahwa uang itu sumber dari penderitaan. Orang yang memiliki keyakinan ini akan cenderung menghindari mendapatkan uang yang banyak, meskipun dalam pikiran sadarnya ia membutuhkan dan menginginkan uang.
Proses yang kedua adalah karena proses kesalahan dalam penginstalan informasi. Hal ini dapat terjadi karena kita salah memaknai terhadap suatu informasi/kejadian, atau bisa juga karena kurangnya kapasitas mental kita saat pemaknaan itu terjadi. Nah biasanya kesalahan ini terjadi pada usia anak-anak (<8 tahun).

Pada usia anak-anak kemampuan berpikir kita belumlah secanggih sekarang, sehingga saat mendapatkan informasi dari luar khususnya yang menyakitkan, kita belum dapat memahaminya dengan pemahaman yang benar. Misalnya, saat seorang anak dicakar kucing saat masih berusia 5 tahun, pada waktu itu akhirnya ia mengintepretasikan bahwa kucing adalah binatang yang menakutkan. Data ini masuk kedalam memori jangka panjangnya. Masuk ke pikiran bawah sadarnya. Dan ketika ia sudah dewasa ia tahu bahwa kucing tidaklah berbahaya, akan tetapi pikiran bawah sadarnya mengatakan bahwa kucing itu berbahaya. Sehingga menimbulkan respon ketakutan yang tidak wajar.

Hal yang sama terjadi pada orang yang mengalami kecemasan saat berhubungan dengan orang lain, dan memiliki perilaku atau kebiasaan yang kurang adaptif lainnya.

Oleh karena itu jika pikiran sadar dan bawah sadar bertentangan, dapat dipastikan pikiran bawah sadarlah yang akan menang.

Kalau begitu apakah pikiran sadar ini kurang penting?

Yang dimaksud dengan 12% peran pikiran sadar ini tidak mengurangi tingkat kegunaannya dalam hidup seseorang lho ya. Jika pikiran sadar ini rusak, maka pikiran bawah sadar tidak akan banyak gunanya. Hal ini terjadi karena pikiran sadarlah yang menentukan penggunaan bawah sadar dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya begini, ada orang yang sangat pintar. Ia sudah berpengalaman bekerja berpuluh tahun sehingga diotaknya tersimpan banyak informasi yang berguna untuk menunjang keberhasilannya. Akan tetapi suatu hari ia mengalami kecelakaan yang membuat gegar otak. Semenjak saat itu ia menjadi sulit berkonsentrasi dan kurang bisa mengendalikan diri saat marah ataupun lapar. Ia marah sekenanya dan makan sebanyak mungkin saat lapar.

Nah, kira-kira apakah orang ini akan bisa menggunakan potensi bawah sadarnya dengan baik ?
Tentu saja tidak kan?! Jadi pikiran sadar tidak kalah penting dengan pikiran bawah sadar, meskipun nanti kita bisa membahas mengenai tingkat penggunaannya dalam konteks yang berbeda.

Salam
Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog