Thursday, July 30, 2015

TERLALU MENCINTAI, MEMBUNUH YANG DICINTAI



“ Pak, saya Mamahnya Dodik. Ingin konsultasi mumpung agak luang”.
Begitu isi SMS yang saya buka di suatu pagi.
     Dodik telah menjadi klien saya semenjak beberapa minggu yang lalu. Dia menderita penurunan mood yang sangat tajam hingga seringkali mendapat ide untuk mengakhiri hidupnya.
      Setelah beberapa sesi konseling nampaknya ada perbaikan. Namun dengan beberapa kali kambuh, meskipun tidak separah sebelumnya.
     Saya sangat bersyukur, orangtuanya datang langsung kali ini. Karena memang sebelumnya selama beberapa sesi terapi Dodik yang berusia 16 tahun datang seorang diri.
    Saya kemudian menghubungkan bahwa banyak kaitannya antara figure orangtua dan permasalahan yang dihadapi oleh anaknya. Bahkan saya melihat perilaku yang sedikit abnormal dari seseorang, banyak terkait dengan pola asuh atau kejadian didalam keluarganya.
    Saya melihat sahabat saya yang broken home, memiliki figure ayah yang buram Sahabat saya ini mengembangkan perasaan ketergantungan pada pasangannya namun sekaligus sering menyiksa pasangannya dengan keluhan ataupun ekspresi marah. Ada juga seorang yang mudah sedih dan sulit membuat keputusan, setelah bertemu dengan keluarganya, ternyata ibunya terlalu protektif dan memberikan kasih sayang yang berlebihan.
    Oleh karena intervensi dengan keluarga akan lebih berdampak dibanding ia hanya mendapat intervensi individu saja.
    Ibu Dodik juga menyadari bahwa selama ini suaminya terlalu sayang kepada anaknya. Memberikan yang terbaik kepada Dodik dengan mengantarnya kemanapun ia pergi dengan supir, namun sayangnya ayahnya sangat keras melarangnya jika ia pergi naik angkot ataupun sepeda motor.
    Pada sesi konseling terakhir, Ibu Dodik bersyukur suaminya telah banyak berubah dan juga dapat lebih mengerti bagaimana memperlakukan Dodik sebagai seorang anak sekaligus menghormati sebagai pribadi yang mandiri.
********
Sebenarnya kita bisa melihat bahwa kasih sayang dan cinta yang besar saja tidaklah cukup untuk kita berikan kepada orang yang kita cintai.
Kita perlu mengukur, menakar dan memperkirakan dampak dari cara kita mencintai.
Kita boleh mencintai secara besar-besaran, akan tetapi tidak boleh membabi buta.
Kita perlu menanyakan, tanyakan kepada hati Anda


Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog

MENGATASI PERASAAN TIDAK MAMPU


Pernahkah anda merasa saat hendak melakukan sesuatu dan semuanya sudah siap untuk dilaksanakan, tiba-tiba terbersit pemikiran “ah..mana bisa aku lakukan..”, “ ah…itu terlalu berat..”, “ hanya orang lain yang bisa melakukannya..” dan sebagainya. Saat kita mulai menuruti apa yang dibisikkan pikiran kita, maka keraguan mulai nampak, dan jika kita terus tertarik mendengarkan bisikan itu maka kita akan benar-benar ragu bahkan tidak melakukannya sama sekali.
       Banyak sekali diantara kita yang secara sadar ataupun tidak mendengarkan bisikan-bisikan itu, sehingga apa yang kita lakukan menjadi terganjal, bukan oleh orang lain akan tetapi oleh diri kita sendiri.
       Dalam kasus yang lebih ekstrim, mendengarkan bisikan ketidak mampuan atau kegagalan secara berulang-ulang dapat menyebabkan masalah emosional (emotional disturbance) yang parah hingga kematian akibat bunuh diri.
Ketidakberdayaan yang dipelajari
    Para behavioris melakukan suatu eksperimen dengan mengkondisikan seekor anjing agar mengalami suatu ketidakberdayaan ketika diberikan stimulus yang menyakitkan (aliran listrik). Pada situasi awal anjing dalam kondisi bebas, dan diberi kejut listrik yang menyakitkan ke tubuhnya sehingga ia berlari menghindari alat yang beralirkan listrik tersebut. Pada percobaan berikutnya masih dengan anjing yang sama, sang anjing diposisikan sedemikian rupa hingga ia tidak dapat bergerak ketika listrik dialirkan ke tubuhnya, dan hal tersebut diulang hingga beberapa kali. Ternyata setelah anjing dikembalikan pada kondisi semula dan dapat bergerak bebas, ketika peneliti memberinya aliran listrik, sang anjing mendenguh kesakitan namun tidak menghindar dari alat yang menyetrumnya.
     Berdasarkan penelitian inilah para behavioris membuat kesimpulan bahwa organisme mempelajari segala sesuatu termasuk rasa tidak berdaya dalam menghadapi rasa sakit, tidak terkecuali manusia. Ketika manusia dihadapkan pada suatu kejadian yang menyakitkan (traumatis) akan tetapi disaat kejadian itu berlangsung ia tidak mampu berbuat apapun, maka sebenarnya ia mulai belajar mengenai “ketidakberdayaan” terhadap rasa sakit atau bencana. Sehingga hal tersebut akan berpotensi membuatnya “lumpuh” ketika menghadapi kesulitan yang serupa bahkan kesulitan yang sebenarnya lebih ringan yang dihadapinya dimasa depan.
     Dengan ketidakberdayaan yang didapatnya tersebut, maka akan terjadi sederetan panjang pemikiran negatif, pemikiran mengalahkan diri, berburuk sangka, over generalization dan segala yang berkaitan dengan “ketidakberdayaan”.
Fenomena percintaan “lebih baik aku yang memutus dia, dari pada aku yang diputus”
     Anda mungkin pernah mengamati drama percintaan yang dilakukan oleh orang-orang disekitar kita. Dalam hal ini saya melakukan riset kecil-kecilan dengan mengamati orang-orang yang baru putus cinta. Secara umum pengamatan saya menunjukkan hasil bahwa orang yang lebih cepat bangkit dari rasa depresi karena putus hubungan dengan kekasihnya adalah orang yang mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungannya tersebut. Lalu yang sangat sulit bangkit dari keterpurukan adalah orang yang tidak terima saat diputus, merasa dianiyaya, merasa ditipu, tidak diperlakukan dengan adil ataupun hal-hal lain yang berhubungan dengan perasaan diri sebagai korban (ketidakberdayaan). Sehingga mungkin saja keterpurukan yang dialami oleh seseorang yang patah hati adalah karena merasa dirinya sebagai orang yang kalah dalam duel pertengkaran tersebut. Ataupun orang yang cepat bangkit karena ia telah memenangkan pertempuran dimedan laga. Namun begitu, tidak semua orang yang merasa dianiyaya (dalam kasus ini) selalu lama mengalami keterpurukan, saat ia mulai sadar bahwa ia tidak boleh merasa kalah dan harus segera bangkit dari rasa duka yang dialaminya.
Kata-kata adalah pengantar menuju kedalam emosi tertentu
     Tidak naïf jika kita tahu alasan mengapa ada yang disebut “kata-kata mutiara”, “kata-kata bijak”, “petuah” atau kata-kata yang membawa kita kepada penguatan pikiran dan hati.
    Sebenarnya bukanlah mitos jika sebuah kata-kata akan berdampak pada emosi anda bahkan perilaku anda. Ingat-ingat ketika anda membaca sebuah buku cerita misteri atau percintaan. Atau karangan terkenal J.K Rowling yaitu Harry Potter, yang membuat anda berada dalam dunia si pengarang. Hanya dengan membaca buku Harry Potter, anda seolah-olah dapat melihat pemandangan yang ada dalam buku tersebut, warna dan bentuk benda-benda bahkan seolah-olah anda mengetahui aroma dan nuansa yang dituangkan dalam cerita tersebut. Sebenarnya itu bukanlah sesuatu yang palsu anda alami, sebenarnya anda benar-benar mengalaminya.
     Manusia telah lama mengasosiasikan kata-kata dengan sesuatu didalam otak yang kita namakan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kinestetik. Prinsip kerjanya sama dengan aroma parfum seseorang yang tidak kita kenal dengan aroma parfum yang beraroma sama orang yang biasa kita temui. Prinsip ini pula yang dipakai oleh para hipnoterapis dalam melakukan proses induksi terhadap kliennya. Dengan memberi suatu kata-kata yang jelas dengan perintah atau deskripsi tertentu, maka sang klien dapat merasakan sensasi indrawi karena stimulus yang diberikan oleh hipnoterapis (sugesti).
Thinking Like A Tiger
    Setelah mengetahui makna dari suatu kata-kata atau pernyataan dalam diri, maka sebenarnya kita lebih mempunyai kesadaran akan kendali diri terhadap emosi yang kita rasakan.
     Bayangkan jika anda adalah seekor harimau yang tidak pernah menjadi korban. Harimau tidak pernah menjadi rantai terbawah dalam ekosistem. Meskipun terkadang harimau menjadi objek sasaran dari perburuan manusia, ia tetaplah sang raja hutan yang tidak pernah menjadi mangsa hewan lain.
     Jika kita sadar bahwa ketidakmampuan kita adalah karena pembelajaran disituasi yang salah dengan pemaknaan yang salah dikala itu, kita sebenarnya telah memasuki suatu tahap pengendalian diri dengan berpikir menjadi pelaku, bukan korban. Sadari kata-kata yang anda ucapkan kepada diri anda sendiri dan mulailah menjadi “Sang Raja Hutan Rimba Pikiran dan Kehidupan Anda”

Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog

YES! YOU CAN QUIT.!!


Anda suka merokok? Apakah merokok itu kebutuhan? Apakah rokok itu nikmat rasanya? Apakah menghentikan kebiasaan merokok itu susah bagi Anda?
Memang kebanyakan orang di Indonesia telah mencandui nikotin yang ada dalam kandungan rokok ini. Pada awalnya coba-coba lalu menjadi kebiasaan dan pada akhirnya menjadi kecanduan. Meski begitu sebagian besar pecandu rokok sebenarnya sudah paham akan bahaya rokok yang mengandung zat-zat berbahaya (ex : Nikotin, Pb, CO, Tar dll). Mereka mampu menjelaskan mengenai apa yang akan terjadi jika rokok tersebut terus dikonsumsi. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan, kenapa mereka terus melakukannya walau kadang ada keinginan untuk menghentikan kebiasaan tersebut?
      Okey, saya tidak akan banyak membahas mengenai kandungan yang ada didalam rokok atau apa yang bisa terjadi pada tubuh Anda jika Anda tetap merokok, karena saya yakin informasi seperti itu sebagian besar sudah Anda ketahui. Pada kesempatan kali ini saya ingin membicarakan bagaimana cara yang tepat untuk menghentikannya.
     Cara yang akan saya tawarkan kepada Anda disebut NAC (Neuro Associative Conditioning), yaitu suatu teknik yang berfokus pada pengkondisian pola sel jaringan didalam otak.
Alasan yang kuat
    Jika Anda seorang yang berkuasa mungkin Anda bisa memaksa orang disekitar Anda untuk menuruti apa yang Anda mau. Anda bisa saja menyuruhnya mengambil minuman atau makanan sesuka hati dengan kepatuhan orang tersebut karena kekuasaan Anda. Akan tetapi apakah kita tahu apa yang sebenarnya dirasakan orang tersebut? Yah, tidak ada seorangpun yang tahu, apakah dia memang penurut atau didalam hatinya tersimpan umpatan-umpatan yang siap keluar dari mulutnya. Hal ini sama saja dengan Anda yang memiliki suatu kebiasaan buruk lalu ingin berhenti. Apakah yang membuat Anda berhenti melakukan kebiasaan buruk itu adalah orang lain ataukah dari dalam lubuk hati Anda secara pribadi.
       Seorang pria pecandu rokok tidak kunjung berhasil menghentikan kebiasaan merokoknya selama bertahun-tahun hingga pada suatu ketika ia ditegur oleh putri kecilnya yang usianya baru 7 tahun. Tiba-tiba sang anak perempuan yang mungil itu masuk kekamar ayahnya dan dengan nada yang ketus mengatakan “ heiy, ayah berhentilah merokok. Aku ingin ayah tetap sehat dan berumur panjang, karena aku ingin ayah hadir dipernikahanku nanti”. Semenjak saat itu sang ayah tidak lagi melakukan kebiasaan merokok.
     Jika kesehatan Anda tidak Anda anggap penting secara pribadi, atau alasan tersebut tidak cukup kuat mendorong tindakan Anda maka Anda bisa membayangkan bahwa kesehatan itu Anda persembahkan untuk seseorang yang istimewa dalam hidup Anda. Anda bisa mempersembahkan usaha Anda untuk anak perempuan/laki-laki Anda, istri/suami Anda, atau untuk orang-orang yang Anda kasihi.
Dengan alasan yang kuat maka Anda tidak akan gamang lagi dalam melangkah untul mencoba membuat perubahan dengan motivasi yang jelas.
Rusak polanya
       Disadari atau tidak sebenarnya kita hidup dalam ke-otomatis-an. Kita tidur, lalu bangun, sarapan, berangkat kerja dengan jalur yang sama, makan, hingga kita kembali tidur. Semuanya membentuk suatu rantai yang berkesinambungan yang disebut dengan kebiasaan (habit). Habit atau kebiasaan ini merupakan pola yang terbentuk karena ada proses pengkondisian yang terus-menerus, yang lalu menetap karena ada perasaan “nikmat” didalam perputaran pola tersebut. Otak kita yang pada dasarnya suka mengejar kenimatan akan terjebak oleh pola ini, karena kita merasa bahwa merokok dapat membuat tubuh rileks/ nikmat. Selama kita terjebak oleh perasaan nikmatnya merokok maka kita akan sulit melepaskan dari kebiasaan tersebut.
       Caranya merusak pola yang tepat adalah pertama, pasangkan kebiasaan merokok Anda dengan sesuatu yang tidak mengenakkan, misalkan saat anda merokok (menikmati) anda membaca mengenai dampak dari rokok untuk kesehatan. Hal ini berarti Anda membuat asosiasi bahwa kenikmatan rokok itu tidak menyenangkan. Kedua, rusak pola waktu merokok. Misalnya jika saat setelah makan yang biasanya adalah waktu yang nikmat untuk merokok, nah..Anda alihkan kekegiatan lain..atau boleh pura-pura lupa kalau waktu itu seharusnya waktunya merokok. Ketiga, Anda harus secara tegas mengurangi jumlah batang rokok yang biasa Anda hisap.
Cari kenikmatan pengganti
      Jika Anda sedang marah, Anda bisa menahan marah itu dengan paksa akan tetapi kemungkinan besar perasaan marah tersebut akan termanifestasi menjadi bentuk perilaku lain, seperti menyalahkan orang lain, memecah barang atau bahkan menjadi gangguan psikologis ex: psikosomatis. Hal ini tidak jauh berbeda dengan kebiasaan buruk yang biasa kita lakukan dan masih dalam tahap yang akut, sehingga kita tidak bisa menghentikannya begitu saja, akan tetapi kita bisa melakukan hal yang lebih aman dengan cara mengganti kenikmatan yang lain yang bisa menguntungkan kita secara fisik khususnya. Anda bisa mencari makanan (yang sehat), buah atau apapun yang Anda sukai. Lalu saat dorongan kebiasaan itu muncul, segera ganti dengan kenikmatan pengganti yang sudah anda siapkan
Beri hadiah
     Hadiah sangat penting bukan hanya untuk meunculkan perilaku baru, akan tetapi juga untuk memeliharanya. Jika kebiasaan merokok sudah mulai dapat anda kurangi, maka berilah hadiah kepada diri anda sendiri. Hadiah bisa Anda sesuaikan dengan apa yang Anda anggap berharga, seperti jam tangan baru, makanan favorit, tempat wisata dsb.

Bangun kebiasaan tandingan
     Selain mengurangi kebiasaan merokok Anda bisa membangun kebiasaan baru yang berhubungan dengan tujuan Anda untuk menghentikan kebiasaan merokok. Jika Anda ingin hidup sehat dan panjang umur, maka bangunlah kabiasaan berolahraga. Dan beri hadiah saat target-target Anda mulai nampak tercapai.
Hindari mencoba-coba
     Para pelatih sirkus tahu jika anjing laut selalu diberikan ikan saat ia meloncati lingkaran yang dipegang oleh pelatih, maka sang anjing laut hanya mau meloncat jika diberi ikan. Oleh karena itu para pelatih mengacak jadwal memberi ikan pada tiap lompatan, agar perilaku anjing laut tersebut dapat melompat. Pada saat terjadi pengacakan jadwal pemberian hadiah, maka otak akan semakin terbawa dengan drama “penasaran” yang dimainkan oleh lingkungan yang memberikan hadiah tersebut. Prinsip ini juga yang telah membuat penjudi rela menghabiskan harta bendanya untuk sesuatu yang sangat tidak pasti.
      Maka dari itu jika Anda sudah mulai bisa menghentikan merokok dan membangun kebiasaan yang baru, pantangan terbesar adalah “mencoba-coba” mengambil batang rokok yang ditawarkan teman Anda. Karena ini membuat otak akan merespon peristiwa ini sebagai “drama” kenikmatan yang membuat keinginan merokok menjadi permanen.
Selamat mencoba dan salam sehat jiwa dan raga..


Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog

Tuesday, July 28, 2015

BUKAN FOKUSNYA, TAPI CINTANYA





Anak sepuluh tahun itu tetap memegangi tab nya, memainkan game yang nampaknya menarik baginya. Perkataan ayah dan ibunya tidak digubris sama sekali. Ia nampak asyik menekan layar tablet itu dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.
    Ibunya mengatakan bahwa anaknya sulit dalam belajar. Sampai saat ini pun dia tidak bisa membaca dengan lancar. Padahal dia sudah kelas 3 SD.
     Pihak sekolah memberi batas toleransi sampai satu bulan kedepan, hingga anaknya benar-benar layak untuk naik ke kelas empat. Jika tidak, maka dalam satu bulan kedepan, sekolah dapat memastikan bahwa anak tersebut akan tinggal kelas.
     Guru bilang ia tidak bisa fokus ke pelajaran yang disampaikan. Dia hanya main saja kerjaannya. Ibunya pun menyampaikan hal ini kepada saya, bahwa anaknya sulit fokus.
    Saya membantahnya dengan memberinya pertanyaan, “Bu apakah anak ibu memang tidak bisa fokus? Ibu bisa lihat dia sangat fokus bermain game, sampai tadi tidak menghiraukan yang ibu perintahkan?”.
*****
Fokus dan minat adalah permasalahan yang sama sekali berbeda. Jika Anda berminat pada suatu hal, maka akan lebih mudah Anda fokus kepada hal tersebut.
     Akan menjadi percuma bukan? Jika Anda melakukan apa yang sebenarnya tidak Anda minati?
Terkadang situasi meletakkan kita kedalam posisi dimana kita tidak mempunyai pilihan lain selain melakukan pekerjaan yang tidak kita minati. Efek sampingnya adalah kita menjadi tidak fokus atau ogah-ogahan.
     Yang perlu kita lakukan bukanlah berusaha meningkatkan focus kita terhadap pekerjaan itu, akan tetapi bagaimanakah menumbuhkan minat dan kecintaan kita terhadap apa yang kita lakukan.
     Anda tahu kesukaan Anda terhadap sesuatu bisa saja terjadi begitu saja, bisa saja memerlukan proses yang bahkan Anda tidak sadari.
     Contohnya seperti salah seorang mahasiswa dari Kalimantan yang fanatik dengan klub sepak bola AREMA. Ya, dia memang pernah tinggal di kota Malang selama masa kuliah, dan selama itu ia sering diajak oleh temannya menonton AREMA bertanding. Kesukaan ini membuatnya sangat focus terhadap apa-apa yang berhubungan dengan klub AREMA. Dia bisa membeli stiker AREMA, membeli baju dan atribut atau sangat focus pada pembicaraan media mengenai AREMA.
     Anda mungkin menyadari kenapa menyukai suatu pekerjaan, bisa juga tidak. Seperti kebanyakan orang yang saya kenal, mengapa mereka menyukai dunia bela diri atau militer. Mungkin mereka bisa saja menjawab alasannya, yang alasan itu bukan cerita sebenarnya dan hanya pembenaran saja. Apapun itu, tidak terlalu penting kita bahas.
     Yang paling penting adalah menumbuhkan minat Anda terhadap apa yang harus Anda lakukan. Namun jika Anda memiliki alasan kuat untuk tidak melakukannya, karena pekerjaan tersebut hanyalah membuang-buang waktu Anda dan tidak ada prospek yang bagus di masa depan, Anda toh dapat membuat pilihan meninggalkannya sama sekali.
Kecintaan adalah suatu emosi yang menggerakkan perilaku Anda.
Emosi itu sendiri adalah dorongan bawah sadar yang susunannya sangat kuat.
     Jika Anda mengadu kekuatan kehendak dan kekuatan kecintaan, maka kecintaannlah yang akan menang. Hal ini persis dialami oleh orang yang mencoba untuk diet namun kalah dengan kecintaannya makan makanan yang berlemak. Ia sebenarnya tahu bahwa makanan itu tidak baik untuknya, dan ia sudah berkehendak untuk diet. Akan tetapi semakin dia mencoba, semakin dia tidak bisa mengalahkan kecintaannya terhadap makanan itu.
    Jika anda ingin mengubah orang lain, mengubah rekan kerja Anda, bawahan Anda, pasangan Anda, Anak Anda, maka tidaklah cukup hanya dengan menceramahinya tentang manfaat kesehatan dan manfaat lainnya. Akan tetapi Anda bisa membuatnya tergiur dengan keadaan yang akan dicapainya ketika dia berubah. Buatlah mereka mencintai hasil akhir tujuan mereka. Dan ketika mereka sudah tergila-gila dengan tujuannya sendiri, maka apapun akan mereka lakukan.
     Mereka tidak akan peduli lagi dengan harga. Mereka tidak peduli lagi dengan hambatan orang lain. Bahkan mereka tidak peduli lagi dengan rasa malu. Yang mereka inginkan hanyalah mencapai sesuatu yang mereka gilai itu.
     Menumbuhkan kecintaan kepada apa yang penting, akan membuat kita selalu fokus pada apa yang berguna dan membesarkan kita. Pada awalnya mungkin kita sulit mencari alasan bagaimana kita bisa mencintai hal yang penting bagi kita.
     Akan tetapi selalu ingatlah bahwa hal yang penting bagi Anda adalah pekerjaan yang membuat Anda besar. Bukan hanya yang membuat Anda sibuk.
     Banyak orang lupa waktu, bekerja terlalu keras, tersita perhatiannya. Tiba-tiba mereka sadar dan berkata “eh, sudah mau pensiun..”.
     Saya sering melihat tatapan kosong disela kesibukan yang orang-orang tersebut. Menyadari bahwa saat ini usia mereka sudah tidak muda lagi, namun tetap menggerutu karena uang tunjangan tidak cepat turun.
     Ini bukan berarti bahwa bekerja keras itu tidak penting. Bahkan bekerja keras adalah sangat penting sekali. Namun yang perlu kita garis bawahi adalah akan kemanakah kita setelah bekerja keras ini? Apakah kita sedang bekerja untuk membangun masa depan kita? Ataukah kita hanya bekerja keras saja?saya ulangi…ataukah kita hanya bekerja keras saja?
     Jika tujuan terpenting Anda menjadi pelayanan bagi masyarakat, melayani mereka dengan tenaga sebesar-besarnya dari tenaga Anda langsung, maka itu bagus. Lanjutkan saja, karena keberartian itu adalah tujuannya.
     Namun jika kita tujuan kita adalah membangun kehidupan yang mapan, memiliki target financial dan mempunyai rencana lebih besar dari sekedar melayani dengan tangan sendiri, maka Anda perlu mengukur hasil dari kerja keras Anda di masa depan.
    Mulai saat ini Anda bisa secara sadar memilih aktifitas yang berguna bagi Anda. Itu bisa kursus, membaca buku tertentu, melanjutkan sekolah, olahraga atau apapun yang dapat membuat Anda lebih berkembang di masa depan.

BERANI UNTUK LANGKAH PERTAMA




“Nama saya Punky..ingat nama saya siapa? Nama saya Pungky…pelatih sukses nomer satu di dunia”.
Seorang laki-laki memperkenalkan diri dihadapan peserta seminar lainnya. Dia sangat pede sepede-pedenya. Tidak ada keraguan sama sekali dengan pernyataannya, bahwa dia adalah pelatih sukses nomer satu di dunia. 

Awalnya memang banyak peserta lain mengerutkan dahi, namun lama kelamaan nampaknya keheranan itu menjadi suatu pandangan lain. Ya, meskipun agak-agak geli sedikit, saya pribadi merasa bahwa Pungky memiliki rasa percaya diri yang tinggi, yang belum tentu kami miliki. Ya, saya melihat itu sebagai kelebihan.

***
Jika saja kita berani meneruskan niat baik kita untuk menunjukkan kemampuan. Pada akhirnya dunia akan menerima kita dengan wajar saja. Dunia tidak akan mengolok-ngolok kita, mengatakan bahwa kita adalah seorang yang tidak mampu.
     Bisa jadi ketidak beranian kita yang saat ini masih terasa, sebenarnya adalah respon yang disebabkan oleh kejadian sebelumnya.
     Mungkin Anda masih mengingat bagaimana teman sekelas membully, mengejek Anda. Mungkin juga Anda teringat orang terdekat yang tidak mempercayai kita waktu itu bahwa kita mampu.
     Yang perlu Anda ketahui bahwa ingatan itu tidak selalu ingatan yang muncul di alam sadar. Ingatan itu bisa jadi adalah sebuah ide yang tertanam ke suatu tempat yang dalam di alam bawah sadar kita. Benih yang tertanam telah menjadi pohon rindang yang menghasilkan buah-buah malapetaka.

Seperti saat kita belajar menulis, saat kita belajar membaca, saat kita belajar berbicara. Kita tidak pernah ingat kapan tepatnya hal itu terjadi. Tapi yang jelas kita telah belajar. Buktinya, kita mampu melakukan hal itu dengan sempurna.
     Pembelajaran ini berlangsung seumur hidup sehingga jika kemampuan yang kita pelajari ini merugikan, maka dia akan tetap bersama dengan kita selamanya.
     Kaji ulang kemampuan Anda yang merugikan ini. Mungkin Anda merasa takut dengan orang baru. Mungkin juga takut saat berada didepan mimbar. Mungkin juga Anda telah belajar bahwa orang yang belum Anda kenal adalah orang yang tidak baik. Anda perlu memperhatikannya.
Setelah itu Anda bisa melakukan langkah pertama Anda di segi apapun.
     Pertemuan saya dengan orang-orang yang lebih sukses dari saya tidak akan terjadi ketika saya mengabaikan pesan email di suatu milis himpunan profesi di suatu waktu.
     Waktu itu kenekatanlah yang membawa saya mengadakan pelatihan bersama dengan seorang professional dan seorang doktor. Toh mereka tidak mengenal sama sekali siapa saya, dan saya tidak mengenal mereka sama sekali. Saya hanya nekat saja.
     Kenekatan pula yang mempertemukan saya dengan professional yang akhirnya menjadi rekan tetap dalam melakukan bisnis training.
     Saya hanya menjawab “Siap” saat rekan yang saya kenal sebelumnya menawari saya untuk memberikan pelatihan di suatu kampus di ibu kota. Dari sanalah semua cerita dimulai.
     Mungkin Anda bisa mengingat keputusan-keputusan kecil yang ternyata membuat perubahan besar.
Anda bisa mengingat mengenai keputusan melamar kerja yang menjadikan Anda seorang professional sekarang. Keputusan yang Anda ambil saat akan masuk perguruan tinggi, dan akhirnya mempertemukan Anda dengan teman-teman yang menyenangkan, mungkin menjadi kekasih Anda.
Bahkan keputusan untuk berkenalan dengan seseorang di suatu tempat antrian bank pun menjadi awal dari suatu cerita yang panjang. Mungkin itu menjadi cerita kesuksesan?
****

Langkah pertama adalah pintu masuk menuju langkah berikutnya.
     Jika Anda mempunyai mimpi, maka Anda harus berani mengambil keputusan. Keputusan yang tidak harus melibatkan permasalahan yang besar. Keputusan yang tidak seberapa dan wajar yang mungkin banyak orang menganggapnya remeh.
Keputusan selalu membawa konsekuensi. Baik itu merugikan ataupun menguntungkan.
     Jika Anda mengerti, bahwa sebenarnya tidak ada yang namanya kerugian dalam pengambilan keputusan. Anda akan mendapat pelajaran yang luar biasa karena keberanian Anda mengambil keputusan, meskipun itu salah.
     Pengambilan keputusan yang terus dilatih, membuat Anda tahu secara intuitif, mana yang baik dan mana yang kurang menguntungkan.
      Seperti otot tubuh, bahwa otot pengambilan keputusan juga bisa dilatih menjadi besar dan atletis.
Mulai saat ini Anda bisa lebih memperhatikan kesempatan-kesempatan diluar sana. Mungkin itu berupa ajakan mengikuti seminar. Mungkin itu berupa ajakan makan siang. Mungkin itu sapaan dari teman BBM. Mungkin itu tawaran untuk berbisnis. Mungkin itu tawaran untuk mengikuti lomba. Atau apapun yang membuat Anda seharusnya bergerak.
     Ambilah kesempatan itu, minimal jika tidak ada ruginya. Dan ketika keinginan Anda untuk sukses sudah Anda tanamkan dalam-dalam di benak Anda, maka kesempatan-kesempatan seperti itu seperti kendaraan bermotor dijalan raya yang banyak sekali berlalu lalang. Anda hanya harus peka melihatnya dan menangkapnya dengan cepat, karena bisa jadi dalam hitungan menit bahkan detik, kesempatan itu sudah meninggalkan Anda sama sekali.
***

Namun jika ternyata keputusan Anda salah, maka menyesal hanyalah sebagai pil pengobatan sementara. Tidak boleh Anda minum selamanya. Pil itu berguna untuk meredakan rasa sakit tapi akan buruk jika dikonsumsi jangka panjang.
     Berdirilah yang gagah dengan sebuah pengertian, bahwa apapun kegagalan yang didapat saat ini adalah suatu keadaan tertentu yang membawa kearah tertentu pula. Mungkin Anda tersesat di suatu lokasi asing, yang saat berjumpa dengan penduduk sekitar Anda bahkan tidak bisa mengobrol dengan mereka sama sekali. Anda tidak tahu bahasa mereka. Namun disini Anda punya kesempatan untuk belajar dari mereka tentang bahasa yang mereka gunakan. Langsung dari penduduknya, dan karenanya Anda mudah memahami bahasa ini.
     Syukurilah kesalahan langkah Anda. Karena dengan begitu mata Anda akan kembali jernih. Jangan terlalu lama menelan pil penyesalan karena itu tidak baik untuk kesehatan jiwa. Dan saat Anda dapat melihat lebih jernih, Anda bisa melihat kesempatan. Bahkan ketika Anda tidak bisa melihatnya, Anda bisa mengarangnya saja bahwa kesempatan itu ada didepan mata Anda dan membuatnya nyata.
     Seperti victor frankl yang membuat misi pribadi menyebarkan pengalaman kebertahanan hidupnya disebuah camp NAZI. Ia mungkin tahu bahwa dirinya tidak akan selamat pada waktu itu. Keluarganya telah direnggut dari tangannya dan dibunuh dengan kejam. Ia tahu ia bisa mengalami nasib yang sama.Tapi toh dia memiliki keyakinan yang bisa jadi awalnya ia karang sendiri, bahwa ia harus hidup, ia punya banyak cerita yang akan dibaginya kepada masyarakat, ia punya misi.
     Saya ingin menegaskan bahwa cita-cita tidak harus logis. Suatu misi tidak harus beralasan bahwa itu didalam kapasitas Anda. Anda hanya harus percaya saja setiap hari. Berusaha untuk percaya lebih tepatnya. Dan disaat kepura-puraan itu Anda lakukan setiap hari, maka ia akan seperti benih yang ditanam diladang yang subur dan disiram setiap hari. Mungkin dia tidak cepat tumbuh, tapi jika Anda adalah petani yang sabar, maka Anda akan terus menyiram dengan telaten hingga mimpi Anda mewujud, tumbuh dan berbuah. Pada suatu waktu itulah Anda bisa memanennya..